Tak Satupun Balon Wako Hadir, IMM Tetap Lanjutkan Diskusi

Redaksi Redaksi
Tak Satupun Balon Wako Hadir, IMM Tetap Lanjutkan Diskusi
lintang/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Meski Balon Walikota Pekanbaru yang diundang tidak seorang pun hadir, Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tetap melanjutkan diskusi bertema Mencari Pemimpin Ideal untuk Pekanbaru Berkemajuan.

Dalam diskusi yang sempat diundur  selama satu hari tersebut, panitia IMM mengundang lima nara sumber yang merupakan Balon Walikota Pekanbaru, yakni Zulfan Hafiz, Suryadi Khusaini, Intsiawai Ayus, Ade Hartati dan Agung Nugroho. Meski tanpa nara sumber, diskusi tetap berjalan dipimpin oleh Satria Utama Batubara.

"Pemimpin itu harus memperhatikan bidang kesehatan, karena kesehatan adalah hal yg penting," ujar Syam Siddik, Sekretaris Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Kesehatan Riau di sela acara diskusi.

Daerah pinggiran Kota Pekanbaru, sebut Syam belum terlayani kesehatan masyarakatnya. Tenaga kesehatan kurang peduli dengan lingkungan hanya terfokus pada tugas di tempatnya bekerja, tapi tidak terlalu peduli dengan kesehatan lingkungan di sekitar.

Oleh karenanya, harus ada pemimpin yang mau mendorong agar tenaga kesehatan turun ke lapangan. Dana kesehatan, anggarannya harus benar-benar tepat guna dan tepat sasaran agar kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, beberapa mahasiswi menanggapi fasilitas umum di Pekanbaru belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan kaum perempuan. Sebut saja angkutan umum yang disediakan, belum memisahkan antara laki-laki dan perempuan serta belum diterapkannya jam malam.

Sedangakn Ketua IMM Pekanbaru, Hidayat, menyampaikan bahwa Pekanbaru tidak memiliki sumber daya ekonomi pariwisata. Pekanbaru juga belum memenuhi kebutuhan generasi muda untuk dapat berkreatifitas. Pengembangan ekonomi kreatif khususnya untuk anak muda juga belum diakomodir.

"Agar dapat menyalurkan bakat-bakat pada para pemuda secara positif, sehingga dapat menangulangi terjadinya tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan anak muda saat ini,” sebut Hidayat.

Untuk itu semua, perlu figur pemimpin yang kreatif guna mengakomodir kreatifitas para muda, yakni dengan menyediakan fasilitas serta lokasi khusus untuk menyalurkan bakat para muda.

"Tanpa kreatifitas setiap orang akan merasa jenuh. Kita merasa tidak bahagia sebagai anak muda berada di Pekanbaru, karena minim fasilitas untuk itu. Tidak adanya tempat penyaluran kreatifitas anak muda ini memicu tindakan-tindakan negatif," ujar mahasiswa.

Sementara, Alsepri, dosen Universitas Muhammadiyah Pekanbaru berharap Pemerintah Kota Pekanbaru hendaknya dapat menangkap peluang potensi ekonomi kreatif yang ada pada generasi muda kota ini. Potensi itu menurutnya sangat layak untuk dikembangkan.

Terkait pandangan menjelang pemilihan Walikota Pekanbaru 2017 mendatang, Partai seharusnya dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas. Ketidakhadiran para bakal calon pada hari ini mengindikasi adanya ketidakseriusan bakal calon tersebut untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Kota Pekanbaru.

Sedikit mengkritisi, saat ini Pekanbaru dinilai tidak lagi nyaman. Pekanbaru dengan angka aksi kejahatan yang meningkat justru sangat nyaman bagi penjahat, termasuk juga dengan peredaran narkoba.

Di akhir diskusi, Satria Utama Batubara mengambil kesimpulan bahwa mahasiswa rindu dengan pemimpin yang kreatif, yang mampu membuat warga Pekanbaru nyaman dalam menjalankan aktivitas.

"Perlu pemimpin kreatif yang mampu menyelesaikan masalah dan juga mampu mendorong masyarakatnya untuk kreatif yang berkehidupan baik," papar Satria Utama Batubara yang juga Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Riau ini.(lintang)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini