Pilpres Lebih Menjual Pesona Figur

Redaksi Redaksi
Pilpres Lebih Menjual Pesona Figur
foto: Arif Julianto
Prabowo-Hatta didampingi Aburizal Bakrie dan Anis Matta saat mendaftar ke KPU.
JAKARTA – Peta politik Pemilihan Presiden tak bisa disamakan dengan Pemilihan Legislatif. Masyarakat pemilih lebih melihat figur calon presiden-calon wakil presiden, daripada keberadaan partai politik pengusung.

"Tidak ada matematika politik pada Pilpres 2014. Sebab, dalam perhelatan Pilpres itu lebih memandang figur, bukan partai. Seperti halnya Pemilukada,"  kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya kepada Okezone, Selasa (20/5/2014) malam.

Karenanya, dia memandang suara partai politik pendukung pada Pileg tidak bisa jadi jaminan jika calon yang diusung bakal terpilih.

"Kita ambil contoh pada Pemilu 2004, pasangan SBY-JK saat itu hanya diusung 10 persen suara, tapi buktinya bisa memenangkan pemilu," ujar Yunarto.

Ketika saat ini elektabilitas Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih tinggi ketimbang Prabowo Subianto-Hatta Rajasa seperti dilansir sejumlah lembaga survei, belum tentu keluar jadi pemenang.

"Masih ada sekira 50 hari lagi. Artinya seluruh peluang masih terbuka dan Prabowo-Hatta bisa saja menyalip," terangnya.

Penilaian pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Kamaruddin tak berbeda dengan yang disampaikan Yunarto. "Pilpres lebih ke faktor figur bukan partai," katanya.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, elite partai politik kocar-kacir untuk menentukan arah koalisi. Suara partai politik saat Pileg memang jadi syarat untuk bisa mencalonkan presiden, namun suara saat Pileg belum tentu sama dengan Pilpres.

"Pilpres mirip Pilkada yang dijual pesona figur. Menjelang hari H kita lihat bagaimana tingkat konsisntensi pemilih partai X dengan calon yang didukung partai X," cetusnya.

Peran partai politik saat Pileg memang sangat signifikan, karena calon anggota dewan didorong partai politik. "Kalau Pilpres, partai hanya jadi kendaraan," paparnya.

Untuk diketahui, duet Prabowo-Hatta didukung enam partai politik dengan total suara sekira 49,3 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-JK didukung empat partai dengan perolehan 39,97 persen suara nasional.


(trk/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini