Jelang Pilpres, SBY: Hindari Fitnah & Saling Menghancurkan

Redaksi Redaksi
Jelang Pilpres, SBY: Hindari Fitnah & Saling Menghancurkan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
BOGOR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap siapapun presiden yang terpilih nanti dapat terus melanjutkan pembangunan untuk memajukan bangsa. Menurutnya, pemimpin bangsa selanjutnya mampu membangun dan memajukan bangsa dan tidak boleh terhenti.

"Pemimpin akan terus datang dan pergi. Tetapi negara dan pemerintahan akan tetap ada, dan harus terus dipimpin dalam melanjutkan agenda-agenda pembangunan dalam sebuah kesinambungan," terang SBY saat menghadiri peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1435 H/2014 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5/2014) malam.

SBY berharap, bagi presiden dan wakil presiden yang terpilih dalam Pilpres 2014 yang akan datang wajib mengayomi, memajukan, dan menyejahterakan kehidupan rakyatnya.

"Termasuk kepada mereka yang tidak mendukung atau memilihnya. Pemimpin harus menyayangi dan bersikap adil kepada rakyatnya, siapapun dia. Itulah etika politik yang perlu dijunjung tinggi demi kebaikan bangsa dan negara ke depan," ucap SBY.

Saat ini menurutnya banyak praktik kampanye hitam yang menyerang semua kandidat.  SBY juga mengimbau untuk tidak menggunakan cara-cara yang tidak dibenarkan dalam berkampanye.

"Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang sudah mulai dirasakan kompetisinya saat ini, tentu tidak boleh diwarnai oleh saling fitnah, saling merusak dan saling menghancurkan," tegasnya.

Ajaran agama mana pun kata dia pasti melarang umatnya untuk mengeluarkan fitnah dan caci maki.

"Kita juga sering mendengar kata-kata "fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan". Karena itulah, dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden yang kita jalani bersama dalam bulan-bulan  mendatang, mari kita jauhi situasi yang penuh dengan fitnah memfitnah,"terangnya.

Dia melanjutkan, dalam  berkompetisi tentu tidak harus diwarnai oleh caci maki. Kata SBY, sejatinya lebih mengedepankan etika dan moral bangsa yang luhur dan mulia. SBY juga mengutip sebuah ayat dalam Alquran mengenai fitnah yang sangat dilarang dalam Islam.

"Bertautan dengan topik yang tengah saya sampaikan ini, di malam yang penuh makna dan tuntunan illahi ini, marilah kita simak firman Allah yang tertera dalam Alquran Surat 49, Al Hujurat ayat 6, yang artinya: 'Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu',"

"Ini menandakan betapa Islam sangat membenci fitnah dan sekaligus para juru fitnah," tutup SBY.


(put/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini