Buntut Kisruh PPP dan Golkar, Optimis Selesai Sebelum Pilkada Digelar

Redaksi Redaksi
Buntut Kisruh PPP dan Golkar, Optimis Selesai Sebelum Pilkada Digelar
foto: Ist
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Kegalauan dirasakan oleh para pengurus Partai di tingkat Kabupaten/Kota, khususnya daerah yang sedang mempersiapkan proses tahapan Pilkada Serentak Desember 2015 mendatang. Adapun pengurus partai yang sedang gundah gulana saat ini adalah dari pengurus DPD II Partai Golkar dan Pengurus PPP.

Kisruh dualisme kepemimpinan di tingkat pusat yang tak kunjung selesai sampai sekarang ternyata berdampak besar bagi daerah yang sedang mempersiapkan tahapan Pilkada serentak di tingkat kabupaten/kota se Indonesia, hal ini tentunya akan membuat para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati khususnya yang diusung oleh kedua partai tersebut.

Sebab, apabila proses tahapan Pilkada sudah sampai ketahapan pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun sampai sejauh itu konflik dualisme kepemimpinan kedua pengurus Partai itu tak juga selesai maka sudah dipastikan Partai Golkar dan PPP tidak bisa mengusung Bakal Calon mereka masing-masing.

Seperti halnya di Kabupaten Pelalawan saat ini yang dipastikan ikut dalam tahapan proses Pilkada serentak periode ini, perasaan galau juga dirasakan oleh kedua pengurus partai, Golkar dan PPP. Terlebih lagi, kedua partai tersebut boleh dibilang partai dominan yang memiliki kursi di DPRD, diantaranya untuk saat ini Partai Golkar memiliki perolehan Kursi di DPRD sebanyak 11 Kursi sedangkan PPP memiliki 2 Kursi.

Kalau sempat kedua partai ini tidak bisa ikut di Pemilukada maka sudah dipastikan peta politik akan berubah drastis dan itu dilihat dari jumlah Bakal Calon yang akan ikut bertarung memperebutkan kursi C1 di kabupaten Pelalawan sebab saat ini jumlah kursi di DPRD Pelalawan sebanyak 35 kursi.
Dari jumlah tersebut setidaknya bisa mengantarkan 3 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Jika polemik dualisme kepengurusan dua partai tersebut berlanjut dan memaksa Golkar dan PPP tidak bisa ikut Pilkada maka ada pengurangan Kursi di DPRD sebanyak 13 kursi dan pastinya cuman dua pasang Bakal Calon yang bisa maju di Pilkada.

Menyikapi persoalan ini, Ketua DPC PPP Kabupaten Pelalawan Jon Hendri Hasan menyampaikan bahwa dirinya optimis kalau polemik PPP bakal selesai secepatnya sebelum proses pedaftaran Pasangan Bakal Calon ke KPU. Selain itu beliau juga mengatakan selain menunggu hasil dari Pusat, dia juga menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang akan dikeluarkan untuk dijadikan opsi supaya terlaksananya Pilkada.

"Saya optimis hasil sengketa dualisme kepemimpinan di PPP bakal diketahui dalam waktu dekat ini, jadi kemungkinan besar kita tidak ada masalah soal persiapan ikut dalam tahapan Pemilukada di Pelalawan, selain itu kan kita juga sedang menunggu opsi yang bakal di keluarkan KPU dalam bentuk peraturan, semoga saja ini semua akan berdampak positif kedepannya," kata Jon Hendri.

Disinggung soal tahapan pembukaan penerimaan pendaftaran Bakal Calon, Jon mengaku kalau saat ini PPP Pelalawan belum bisa membuka pendaftaran, karena dirinya sadar kalau saat ini Partainya masih bermasalah sebab dia mengaku tidak mau mengecewakan calon yang akan di usung nantinya.

Pendapat tidak jauh berbeda disampaikan oleh Sekertaris Partai Golkar Pelalawan Marhadi MR, dia mengaku kalau saat ini sudah mengusung HM Harris sebagai Calon Tunggal dari Golkar, namun untuk mengantisipasi kekisruhan di tingkat DPP Partai Golkar, saat ini HM Harris sudah menjalin koalisi dan berkordinasi dengan partai lain  dengan mendaftar di partai tersebut untuk mencari dukungan.

Dan sejauh ini HM Harris, masih kata Marhadi sudah mendaftar di tiga Partai berbeda diantaranya PKS, PAN dan Gerindra. "Jadi rencananya kita juga akan menambah dukungan koalisi partai tambahan dan kemungkinan kalau PDI-P dan Hanura membuka pendaftaran maka kita akan mendaftar kesana," jelas Marhadi mengakhiri. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini