80 Ribu Suara "Seksi" Mungkin Lari ke PDIP, Golkar, atau Gerindra

Redaksi Redaksi
80 Ribu Suara
Foto: Okezone)
Petugas KPPS mobile mendatangi pasien di RSHS untuk pencoblosan.
BANDUNG - Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi, menilai, pelaksanaan pemilu ulang di 324 tempat pemungutan suara (TPS) di Jawa Barat tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil perolehan suara, baik real count maupun quick count.

Hal itu karena jumlah pemilih yang akan mengikuti pemilu ulang hanya sekira 80 ribu orang. Itu pun belum tentu semuanya menggunakan hak pilih. Diperkirakan, hanya sekira 50 ribu orang yang akan kembali ke TPS untuk mencoblos.

"Itu mungkin mempengaruhi 1,5 persen suara. Jadi tidak terlalu signifikan," ujar Muradi kepada Okezone, Sabtu (12/4/2014).

Meski demikian, 80 ribu suara itu dianggap "seksi" bagi parpol dan caleg, terutama yang duduk di tiga besar versi quick count, yaitu PDIP, Golkar, dan Gerindra.
 
"Bukan tidak mungkin parpol atau caleg akan berlomba-lomba untuk menggenapkan atau memperbesar raihan suaranya," tuturnya.

Hal itu yang bisa membuat pemilih akan kembali datang ke TPS pada 13 April. Sebagian dari mereka akan beranggapan suara yang disumbangkan di bilik suara akan berdampak pada suara parpol pilihannya.

"Teman-teman pemilih di luar tiga itu (PDIP, Golkar, dan Gerindra) mungkin tidak terlalu tertarik (untuk menggunakan hak pilihnya)," tandasnya.

Seperti diberitakan, pemilu ulang akan digelar di 21 kabupaten/kota se-Jawa Barat pada 13 April. Pemilu ulang digelar lantaran banyaknya surat suara yang tertukar.

Sekretaris KPU Jawa Barat, Heri Suherman, menyebut, ada dua kemungkinan yang akan terjadi saat pemilu ulang nanti. Pertama, pemilih akan malas datang ke TPS karena merasa sudah mencoblos pada 9 April. Kemungkinan kedua, pemilih akan sangat antusias karena ingin mengubah hasil pemilu, minimal hasil quick count.

(ton/okezone)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini