Tiga Pewarta Bengkalis Diserang Pakai Parang, Pekerja Proyek Dipolisikan

Redaksi Redaksi
Tiga Pewarta Bengkalis Diserang Pakai Parang, Pekerja Proyek Dipolisikan
Ketiga korban penyerangan oleh pelaku (Is) pekerja proyek pengaman Pantai Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, membuat laporan polisi ke SPKT Mapolres Bengkalis, Senin (9/8/2021) sore.(ist)

BENGKALIS - Kekerasan terhadap wartawan yang sedang bertugas kembali terjadi, kali ini tiga awak media diancam dan diserang dengan sajam oleh seorang pekerja proyek pengaman pantai Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis pada Minggu (8/9/2021) sore.

Korban akhirnya resmi membuat laporan polisi ke Polres Bengkalis, pada Senin (9/8/2021). Pelaku berinisial (IS) dilaporkan terkait penyerangan dengan menggunakan senjata tajam serupa parang disertai pengrusakan 1 unit sepeda motor terhadap tiga awak media yang sedang bertugas mengambil dokumentasi gambar di areal proyek pengaman bibir Pantai Desa Pambang Pesisir.

“Ya, saya sedang di Polres Bengkalis membuat laporan polisi atas penyerangan dengan senjata tajam yang dilakukan oleh salah seorang pekerja proyek yang menyerang kami saat mengambil dokumentasi pekerjaan proyek pengamanan pantai batu belonjong,” ungkap Sofian saat dihubungi media ini, Senin (9/8/2021) sore.

Tak cukup menyerang, pelaku Is dengan membabi buta merusak sepeda motor yang dikendarai Sofian dengan parang. Menurut Sofian, Is merupakan pekerja dari proyek pengaman pantai Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan dibawah Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air WS Indragiri-Akuaman, WS Kampar, WS Rokan, WS Siak Provinsi Riau (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Sementara itu, Kepala Desa Pambang Pesisir, Pasla, Senin (9/8/2021) mengatakan, peristiwa tersebut tidak diketahuinya. Namun, saat korban turun ke lokasi, sebelumnya sudah meminta izin untuk mengambil dokumentasi gambar, sesuai dengan tupoksi LSM dan wartawan.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya, dan baru mendengar ada peristiwa penyerangan. Sepeda motor rusak dan tas salah seorang LSM rusak, akibat terkena sabetan senjata tajam. Memang kegiatan itu pelaksananya berasal dari Pekanbaru, sementara pekerjanya adalah warga di sana,” kata Pasla.

Dikatakannya lagi, pihaknya sudah ditanyai oleh sejumlah petugas Polres dan Polsek atas peristiwa itu. Peristiwa terjadi, Minggu (8/9/2021) sore dan baru dilaporkan Senin (9/8/2021).

Menurut Sofian, awalnya Minggu sore melaporkanya. Tapi, karena Polres menyarankan untuk dilakukan mediasi lebih dulu. Maka, baru dibuat laporan resminya Senin,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, SIK, Senin (9/8/2021) membenarkan peristiwa tersebut.

“Iya, ini baru selesai bikin laporannya,” ujar AKP Meki Wahyudi melalui WhastsApp nya.(der)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini