Pengakuan Siswa Dirantai bak Binatang di SPN Dirgantara Batam

Redaksi Redaksi
Pengakuan Siswa Dirantai bak Binatang di SPN Dirgantara Batam
Siswa SPN Dirgantara dirantai dan diborgol. (Foto: ist/Batamnews)

BATAM - Kasus kekerasan di Sekolah Penerbangan (SPn) Dirgantara Batam kembali menyeruak. Kali ini laporan dilayangkan orangtua siswa ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam hingga sampai ke KPAI Pusat.

KPAI sendiri sudah menyurati Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terkait hal ini. SPN Dirgantara sendiri sedang dalam evaluasi terkait masalah ini. Pasalnya hal serupa bukan pertama kali terjadi. Kasus serupa pernah heboh pada 2018 lalu. Hanya saja tidak ada ketegasan setelah itu dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terkait hal ini.

Melansir batamnews.co.id, pada kasus 2018, SPN, Disdik Kepri dan pihak terkait melakukan mediasi. Bahkan dulunya sekolah ini diminta mengganti nama menjadi SMK Dirgantara.

Kekinian, kasus serupa kembali terjadi. Salah seorang mantan siswa SPN Dirgantara menuturkan pengalamannya diborgol di sekolah itu.

"Saya diborgol, dirantai leher saya. Diikat di ranjang tempat tidur," ucap siswa yang tak ingin namanya disebutkan itu, Kamis (18/11/2021) kepada Batamnews.

Trauma dengan kekerasan yang ia alami, siswa tersebut akhirnya memilih pindah sekolah ke Pulau Jawa.

"Saya udah pindah sekolah ke Tangerang. Itu masalahnya udah sebulanan," ucapnya.

Ia juga menuturkan alasan dirinya dirantai dan diborgol pihak sekolah. "Karena saya kabur pas di konseling. Baru saya ditangkap dan dirantai biar gak kabur lagi. Gara-gara masalah ketahuan merokok," terangnya.

selengkapnya di>>> Batamnews.co.id


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini