Tagih Janji, 3 Ormas Demo PT MUP Pelalawan

Redaksi Redaksi
Tagih Janji, 3 Ormas Demo PT MUP Pelalawan
zul/riaueditor.com
Tagih Janji, 3 Ormas Demo PT MUP Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Tiga ormas yang terdiri dari Koalisi Muda Pelalawan (KMP), Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) dan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) menggelar aksi demo ke PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) yang berada di Desa Segati Kecamatan Langgam guna menagih janji.

Koordinator lapangan, Joni Afrizal kepada riaueditor menyebutkan, kedatangan massa hari ini menagih hasil kesepakatan dengan pihak PT MUP yang disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintahan melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) serta BLH untuk melakukan pengukuran ulang HGU perusahaan berikut masalah izin peralihan dan dampak lingkungan, serta ganti rugi lahan warga seluas 30 hektar.

Menurut Joni Afrizal, kesepakatan KMP bersama PT MUP serta Dishutbun dan BLH Pelalawan dilakukan sebelum Ramadhan. Namun hingga kini, kesepakatan tak kunjung terealisasi.

"Kita pertanyakan soal peralihan komoditi usaha PT MUP yang semula karet ke sawit. Izin yang sudah dikeluarkan Dishutbun hanya 2 lokasi saja yakni Desa Penarikan dan Gondai di Kecamatan Langgam. Sementara 2 lokasi di Kelurahan Langgam dan Desa Tambak Kecamatan Langgam belum ada izin," terangnya didampingi sejumlah ketua organisasi massa.

Dilanjutkan Joni Afrizal, PT MUP sudah melakukan perusakan lingkungan karena menanam sawit hingga ke bibir sungai Segati. "Ini akan berdampak pada perusakan lingkungan seperti abrasi dan kedangkalan sungai serta dampak lingkungan lainnya. Aturankan sudah jelas berapa jarak dari sungai jika melakukan penanaman. Ini malah sudah dibibir sungai. Jelas-jelas berdampak buruk terhadap lingkungan," bebernya.

Dikatakan Joni Afrizal, perusahaan Selama ini dinilai tak konsisten dengan kesepakatan dan terkesan cuek. "Jangan hanya janji ke janji. Kesepakatan pemanis bibir tanpa ada realisasi apapun. Segera lakukan pengukuran ulang. Tinjau kembali izin peralihan dan permasalahkan soal dampak lingkungan serta realisasikan ganti rugi lahan warga," tukasnya.

Joni menyebutkan saat ini massa pendemo masih berada didepan Kantor PT MUP dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. "Jika hari ini pihak perusahaan belum juga ada kejelasan maka kita akan kembali dengan massa yang lebih besar," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini