Soal Kematian Karyawan PT SSR, Saksi Bantah Pernyataan Kabid Naker Inhu

Redaksi Redaksi
Soal Kematian Karyawan PT SSR, Saksi Bantah Pernyataan Kabid Naker Inhu
ali/riaueditor.com
Korban kecelakaan kerja di PKS PT. SSR Rengat Barat
PEMATANGREBA, riaueditor.com- Pernyataan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertran Inhu, tentang kronologi kematian karyawan PT Swakarsa Sawit Raya (SSR) Ahan Roasi Manalu (24) yang tewas terebus di mesin pabrik kepala sawit PT SSR di Desa Talangjerinjing, Senin (7/7/14) dibantah para saksi yang merupakan rekan kerja korban.

Sebelumnya, pada Selasa (8/7/14) kemarin, Kabid Tenaga Kerja R Jon Effendi kepada sejumlah wartawan menyatakan bahwa kematian Ahan Manalu adalah masih didalam jam kerja karena sudah pukul 19.05 Wib diminta untuk menghentikan kegiatan oleh kepala kerja.

"Saat istirahat itu, korban teringat adanya material yang tertinggal diatas sehingga kembali lagi ke atas untuk mengambilnya, karena memang sudah istirahat korban tidak lagi menggunakan alat keselamatan kerja dan korban lupa bahwa dirinya tidak lagi menggunakan alat keselamatan kerja, jelasnya.

Jon Effendi juga menyebutkan bahwa kematian korban disebabkan terpeleset ke dalam mesin cut Sterilizer yang terhubung dengan Sterilizer Fruit Bunch Conpeyor karena hendak mengambil alat kerjanya yang terjatuh di mesin tersebut.

Keterangan yang disampaikan Jon Effendi sebagaimana yang disampaikannya adalah sesuai dengan laporan kecelakaan kerja yang dibuat oleh pihak perusahaan, dan dengan tegas dirinya menyatakan kejadian tersebut adalah murni kecelakaan kerja.

Sementara itu, rekan kerja korban yang enggan namanya disebut mengungkapkan bahwa sebelum kejadian korban diperintahkan untuk ngelas pada salah satu bagian atas mesin perebus buah sawit yang mengalami kerusakan.

Saat mengelas, korban tidak dilengkapi dengan alat keselamatan kerja dan hanya menggunakan sarung tangan serta sepatu boots.

Entah mengapa tiba-tiba korban terjatuh ke atas mesin conpeyor yang biasa digunakan untuk mengangkat sawit dari mesin perebusan. Akibatnya korban meninggal dunia di atas tumpukan sawit panas yang baru direbus.

"Ketika korban terjatuh di conpeyor sempat terbawa sekitar 6 meter dan langsung diteriakan untuk mematikan mesin," ujarnya seraya meminta riaueditor.com untuk memberitakan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Sementara itu, Kabid Naker Jon Effendi dikonfirmasi ulang Kamis (10/7/14) tentang keterangan saksi ini mengaku bahwa kronologi yang disampaikannya hanya berdasarkan keterangan dari pihak PT SSR.

"Saat kejadian itu saya ke lokasi mencari saksi tersebut tapi pihak PT SSR mengatakan kalau saksi itu sedang trauma sehingga keterangan itu didapat hanya sepihak. Namun demikian saya akan temui kembali para saksi yang melihat kejadian tersebut," ujarnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini