Gara-gara Tak Menutup Pintu Pagar Sekolah

Siswa SMAN 1 Merbau Ditendang Satpam Hingga Terjatuh dan Lecet

Redaksi Redaksi
Siswa SMAN 1 Merbau Ditendang Satpam Hingga Terjatuh dan Lecet
ist.net
MERBAU, riaueditor.com- Sungguh keterlaluan perlakuan Julizar (29) Satpam SMAN 1 Merbau jalan Panjaitan, Kelurahan Telukbelitung. Jumat (26/9) pagi, sekira pukul 09.30 WIB, saat bertugas sempat menendang salah seorang siswa bernama Iman Hafizi (14). Akibatnya, Iman Hafizi terjatuh dan mengalami luka lecet dibagian lengan.

Menurut penuturan Iman Hafizi, waktu itu jam istirahat sekolah pukul 09.30 WIB, dia sarapan dikantin luar sekolah bersama teman-temannya yang lain. Karena bel masuk berbunyi, Ia dan teman-temannya pun buru-buru masuk kelas.

"Saya mau cepat-cepat masuk kelas, karena bel sekolah berbunyi. Saya tidak sempat menutup pintu pagar, lalu Satpam marah-marah dan menendang saya dari belakang. Saya terjatuh dan tangan saya lecet," ungkap siswa yang biasa dipanggil Syafiq itu, didampingi kedua orangtuanya melalui sambungan seluler, kepada wartawan, Jumat siang.

Akibat luka lecet dibagian lengannya, Syafiq mendapatkan perawatan di Puskesmas Telukbelitung. Namun, orangtua korban tidak terima kejadian itu, dan melaporkannya ke Polisi. "Yang jelas, kami tetap melaporkan tindak kekerasan terhadap anak kami ini ke Polsek," sebut Hidayat, ayah Imam Hafizi alias Syafiq.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA 1 Merbau, Solikin SPd, yang dikonfirmasi, terkait tindak kekerasan Satpam tersebut, Jumat (26/9) siang, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya, aku Solikin, sudah mempertemukan orangtua korban dengan pelaku, namun belum ada penyelesaian.

"Kita tidak tahu Satpam tersebut bisa bertindak begitu arogan terhadap salah satu siswa kita. Dan, kita juga sudah sampaikan kepada kepala sekolah, kebetulan beliau di Selatpanjang ada urusan sekolah. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga akan buat pertemuan lanjutan antara orangtua siswa dengan pelaku, dan juga komite sekolah," kata Solikin.

Lebih lanjut Solikin mengaku kalau pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada Satpam di sekolah itu bagaimana menjaga sikap dan tingkah laku terhadap para siswa ketika menjalankan tugas tiap harinya. "Kita tidak tinggal diam, Satpam itu akan kita beri sanksi atas perbuatannya tersebut," tegasnya.

Kepala SMA 1 Merbau, Tati Wahyuni SPd, saat dikonfirmasi dihari yang sama melalui pesan singkat selulernya mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. "Saya di Selatpanjang. Nanti saya cari tau dulu duduk persoalannya," jawab Tati singkat.

Sementara itu, Yulizar (Satpam, red) yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa bernama Imam Hafizi, ketika dikonfirmasi wartawan belum mendapatkan jawaban. Saat dihubungi melalui seluler, Yulizar tidak mengangkatnya. Begitu juga ketika di SMS, yang bersangkutan juga belum membalasnya.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini