Sebut Kata Autis Menilai Pemimpin, Intsiawati Ayus Lukai Hati Rakyat

Redaksi Redaksi
Sebut Kata Autis Menilai Pemimpin, Intsiawati Ayus Lukai Hati Rakyat
Intsiawati Ayus
PEKANBARU, riaueditor.com - Munculnya parnyataan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Riau, Intsiawati Ayus dikritik berbagai pihak. Pasalnya Ia menyamakan istilah "autis" untuk pemimpin yang asik dengan diri dan kelompoknya, serta tidak mau mendengar aspirasi masyarakatnya.

Menanggapi hal itu, salah seorang orang tua yang memiliki anak menderita gejala Autis, Adi menegaskan sebagai seorang yang dipilih masyarakat menduduki kursi DPD, seharusnya Intsiawati Ayus memastikan terlebih dahulu agar ucapan yang dilontarkan olehnya tidak menyinggung anak yang tidak bersalah ataupun melukai hati orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

"Dengan menggunakan kata autis sebagai kata cemoohan, maka itu melukai hati kami. Mungkin bisa jadi bertambah lagi olokan masyarakat terhadap anak kami," keluhnya ketika dikonfirmasi, Selasa (29/3)

Menurut Adi, kata-kata autisme bukan sebuah bahan lelucon, autisme bukan sebuah ejekan. Autis adalah sebuah gangguan tumbuh kembang pada anak yang memerlukan penangan khusus dan penerimaan dari masyarakat.

"Bukan dijadikan cemoohan atau ejekan," ungkapnya.

Ucapan autis yang dilontarkan beberapa pemberitaan di muat langsung mendapat komentar pedas dari beberapa pembaca. Bahkan netizen menuliskan alih-alih mengedukasi tentang austime sebagai gangguan tumbuh kembang pada anak, Intsiawati Ayus malah terkesan menjadikannya sebagai bahan olok-olok.

"Eeehhh eeeh hati2 kalau bercakap sikit. Bercakaplah sedikit santun kl ndk bisa sopan. Pengistilahan autis dlm kalimat tsb sangat tdk tepat," tulis Juli Endri disalah satu tautan Facebook calon walikota, Selasa (29/3).

Komentar lain juga datang pengguna facebook Irwansyah Tanjung "Hebat betul antum..macam yang beres dan hebat aja. saya makin kagum dgn senator hebat ini..semua bisa di omongin sama dia tapi realisasinya habis di omongan doang...kalo berani majulah jadi walikota perempuan," cecarnya.

Sebagaimana diberitakan salah satu media masyarakat Kota Pekanbaru diminta tidak memilih calon pemimpin yang "autis" dan pekak badak. Pemimpin yang asik dengan diri dan kelompoknya, serta tidak mau mendengar aspirasi masyarakatnya.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Intsiawati Ayus, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Riau, dalam acara diskusi dengan puluhan anggota Grup WhatsApp Cakaplah di Kafe Roso Lawas Pekanbaru, Ahad (27/03/) siang.

"Konsep kepemimpinan itu sederhana saja. Seorang pemimpin harus banyak mendengar, baru bercakap," tegas. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini