Ribut Masalah Lahan, Pengusaha Kerahkan Preman

Redaksi Redaksi
Ribut Masalah Lahan, Pengusaha Kerahkan Preman
ilustrasi
PEKANBARU, Pekanbaru.com- Aksi premanisme kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini, puluhan preman suruhan H Sulaiman, seorang pengusaha perkebunan sawit, nekad merusak dan membakar habis sebuah bangunan pondok warga, yang berada ditengah-tengah kebun sawit, di Jalan Sejahtera, RT04 RW05, Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai, Selasa (24/6) siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Suasana tenang dan damai di kawasan pemukiman itu, mendadak menjadi ramai dan menjadi pusat perhatian. Puluhan preman bersenjatakan parang dan panah tersebut juga nekad melakukan pemukulan dan pengancaman terhadap empat pekerja kebun yang tertahan diantaranya Bela (15), Imardini (34) Brama (25) Karlando Damanik (27).

Sementara itu, tiga pekerja kebun lainnya bernama Sohar (44), Irosmi dan Karib (36), langsung kabur menyelamatkan diri karena dikejar-kejar para preman sambil mengacungkan parang.

Informasi yang dirangkum Riaueditor dari Jarabean Damanik (49), pemilik pondok yang dirusak tersebut, mengakui jika dirinya mengalami kerugian hingga Rp 20 juta akibat peristiwa tersebut.

"Saya dirugikan hingga Rp 20 juta bang, gara-gara puluhan preman mendatangi dan melakukan pemukulan pekerja kebun dan pengrusakan pondok miliknya," ujar Jarabean Damanik, usai membuat laporan di Polsek Rumbai.

Padahal, sambung Jarabean, pada Selasa tanggal 12 Maret 2013 silam, antara pihaknya dengan H Sulaiman telah dimediasi oleh pihak Polsek Rumbai dan fotocopy berkas-berkas tanda kepemilikan tanahnya juga telah diberikan. Tetapi kini kok H Sulaiman malah menggunakan preman untuk mengusir saya dari lahan saya yang diakui lahan miliknya.

"Kita ada suratnya dan petugas dari Polresta Pekanbaru juga sudah pernah turun meninjau lokasi dan mendapati adanya unsur kesengajaan dari pihak H Sulaiman melakukan pengrusakan. Dan saat itu H Sulaiman keberatan dan tidak mau manandatanganinya," ujar Jarabean.

Kapolsek Rumbai AKP Franky Tambunan ST, ketika dikonfirmasi Riaueditor, Rabu (25/6) siang membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kita akan lakukan penyelidikan dulu, saat ini kita masih memeriksa saksi-saksi di kedua belah pihak untuk mencari akar permasalahannya," tutup Franky Tambunan.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini