Punggung Bocah 6 Tahun Disetrika, Lidah Disilet

Redaksi Redaksi
Punggung Bocah 6 Tahun Disetrika, Lidah Disilet
Hasbi/riaueditor.com
Adit bocah 6 tahun kesulitan menelan makanan, sebab luka dilidahnya seperti disilet.

Diduga korban dianiaya Ibu kandungnya

BANGKINANG, riaueditor.com – Puluhan warga kunjungi ruang bedah RSUD Bangkinang, Rabu (18/12). Kedatangan puluhan warga itu untuk menengok bocah bernama Adit yang baru berusia (6th). Diduga bocah itu dianiaya oleh ibu kandungnya. Beruntung seorang pedagang sayur keliling menemukannya dikebun sawit milik PTPN-V di desa tandun.

Dirut RSUD Bangkinang Wira Darma ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, saat ini keadaan anak itu sudah mulai baikan dan mau makan sendiri.

"Tentang kondisi luka-luka dibadan anak itu sudah agak mendingan dan sudah dibersihkan. Terdapat luka bekas setrikaan di punggung belakangnya. Saat perawat ingin membersihkan dia meronta," ungkap Wira.

Menurut tim medis RSUD luka yang diderita Adit ada yang diakibatkan benda tumpul dan lidahnya kemungkinan diiris benda tajam. Mengenai pembiayaan perawatan korban akan ditanggung oleh pemerintah Daerah Kampar hinga sembuh,"ujar Wira Darma.

Sementara, Ketua TP-PKK Kab Kampar HJ Eva Yuliana, SE kepada wartawan di ruang Bedah RSUD Bangkinang, ini peristiwa yang memilukan dan saya pribadi sangat perihatin melihat prilaku orang tua yang tega menelantarkan dan menyiksa anaknya sendiri.

"Seharusnya sebagai orang tua kita patut menyayangi anak, mendidik dan menjadi tauladan bagi anak-anak kita, bukan malah sebaliknya menghancurkan masa depan generasi kita," ujar Eva.

Dikatakan Eva dalam menyambut hari ibu tahun 2013, ini merupakan kado istimewa bagi seluruh Ibu di Indonesia khususnya para Ibu di Kabupaten Kampar jelang puncak peringatan hari Ibu, "Mari kita bahu membahu meringankan beban anak kita ini, karena anak menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.

Kepada KPID dan pihak terkait, Eva berharap untuk segera menemukan orang tua Adit yang diduga melakukan penyiksaan untuk diminta pertanggung jawabannya.

Senada dengan Eva, anggota DPRD Kampar dari Komisi 4 Triska Feli yang turut hadir membesuk bocah korban penganiaan ini menyatakan terima kasihnya kepada Pihak rumah sakit yang telah memberikan fasilitas perawatan yang selayaknya dan juga berharap kepada pemerintah Daerah agar memperhatikan Adit.

Kapolres Kampar AKBP  Ery Apriono, SIK kepada Riaueditor di ruang kerjanya mengatakan, sementara ini dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kab Kampar sudah melaporkan peristiwa kekerasan yang dilakukan orang tua bocah.

"Pihak Polres Kampar sudah menerima laporan tersebut. Sejak kemarin anggota udah bergabung dengan Polsek Ujungbatu dan sudah berada di lokasi untuk berjaga-jaga," sebut Kapolres.

Dijelaskan Kapolres sementara ini belum ada dari pihak keluarga yang bisa kita hubungi dan belum di ketahui siapa orang tua yang sebenarnya. Polres Kampar akan terus menindaklanjuti permasalahan ini," katanya. (bi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini