Puluhan Remaja Kepergok Asmara Subuh dan Merokok di Kompleks Bhakti Praja

Redaksi Redaksi
Puluhan Remaja Kepergok Asmara Subuh dan Merokok di Kompleks Bhakti Praja
foto: Ist
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Istilah asmara subuh atau disingkat Asbuh di bulan suci Ramadhan menjadi alasan para remaja untuk keluar rumah. Ini merupakan modus bagi remaja yang berakhlaq buruk. Mereka pamitan untuk sholat setelah sahur tapi ternyata berpasang-pasangan dengan lawan jenis di tempat-tempat sepi. Masih untung, ada masyarakat yang peduli dan membubarkan aksi tak pantas di bulan suci.

"Usai, shalat subuh saya bersama beberapa jamaah sengaja berkeliling untuk menghirup udara segar di pagi hari. Ternyata sungguh ironis yang kami temukan, belasan pasangan remaja sedang berkumpul. Ada diantaranya yang sedang merokok dengan suara ketawa ketiwi hiruk pikuk," ungkap Dedi Azwandi (33) jamaah Masjid Al Jihad Kelurahan Pangkalan Kerinci, Senin (22/6).

Merasa risih dengan ulah remaja yang mengkambing hitamkan Ramadhan yang penuh berkah, sekitar pukul 05.30 WIB lanjut Dedi, dia bersama jamaah lainnya lantas mendekati dan menyapa remaja yang seakan tidak terusik dengan kehadiran jamaah. Lokasi persisnya sebut Dedi, di bundaran depan Kantor Arsip dan Perpustakaan dan Kantor Disdukcapil Pelalawan Kompleks Bhakti Praja, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

"Mereka santai merokok, sambil kepalanya juga ditutup pakai kain," katanya lagi sambil menanyakan apakah mereka puasa.
  
"Lantang-lantang saja mereka mengaku puasa. Tapi saat ditanya kenapa merokok dan berpasang-pasangan mereka terdiam. Saya pun jadi marah," paparnya.

Alhasil lanjut Dedi, puluhan pasangan anak baru gede (ABG) ini pun lantas angkat kaki setelah dibubarkan oleh jamaah. "Kalau yang kami bubarkan jumlahnya lebih 10 pasang. Tempat-tempat lain gimana. Sholat subuh bahkan tarawih nampaknya dijadikan sebagai kedok saja oleh sebagian remaja kita," ujarnya.

Jamaah pun sambung Dedi berharap adanya peran para orang tua untuk menekan aksi menyimpang para remaja. "Sebut saja ada aktivitas balapan liar, Alhamdulillah sudah beberapa kali dijaring polisi. Tapi kalau untuk remaja asbuh ini, sepertinya masih perlu sentuhan kita bersama. Saya berharap aparat segera bertindak baik Polres maupun Satpol PP. Selain itu saya juga akan mengajak ormas Islam untuk melakukan patroli serupa mudah-mudahan ada yang mau gabung pungkasnya," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini