Polres Kampar Dalami Laporan Dugaan Pemukulan Istri Bupati Kampar

Lima Saksi dari Pihak Korban Mulai Diperiksa
Redaksi Redaksi
Polres Kampar Dalami Laporan Dugaan Pemukulan Istri Bupati Kampar
Nurhasmi korban dugaan penganiayaan istri bupati Kampar saat dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
BANGKINANG, riaueditor.com- Dalam laporan dugaan pemukulan 5 (lima) orang saksi dari pihak korbon mulai diperiksa.

Polres Kampar terus mendalami laporan dugaan pemukulan yang diduga dilakukan Istri Bupati Kampar Eva Yuliana bersama dua ajudannya. Hingga saat ini lima orang saksi dari pihak korban telah diperiksa di Mapolres Kampar, Selasa (3/6/14).

"Sejak pagi tadi sedang dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dari pihak korban," terang Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono melalui kasat Reskrim Polres Kampar AKP Herfio Zaki kepada wartawan Selasa (3/6/14).

Sebagaimana data tambahan sesuai laporan yang diterima Polres Kampar dengan Nomor LP/123/VI/2014/RES/KAMPAR terungkap peristiwa pengeroyokon tersebut terjadi pada Sabtu (31/5/14) sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Nurhasmi (36) tahun seorang petani yang tinggal di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur kabupaten Kampar Propinsi Riau mengaku dipukuli istri Bupati Kampar Eva Yuliana, Sabtu (31/5/14) sore.

Korban sempat diperiksa kesehatannya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Ia mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya. Jamal mengaku badan istrinya sakit-sakit karena diduga dianiaya oleh Eva Yuliana istri Bupati Kampar Jefry Noer.
 
Nurhasmi terbaring di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pekanbaru didampingi suaminya Jamal dan keluarga. Jamal menceritakan, awal penganiayaan yang dilakukan Istri Bupati Kampar (Jefry Noer) yang bernama Eva Yuliana yang juga wakil ketua DPRD Kampar ini, saat Jamal dan istrinya membersihkan lahan seluas 1 hektar.
 
Kejadian bermula saat korban membersihkan lahan yang terletak di Dusun V Pematang Kulim, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur. Saat itu, kata Jamal, setelah menyemprot tanaman itu, dia dan istrinya sedang istirahat di sebuah pondok yang disebut-sebut milik Bupati Jefry.

Sementara, pihak Jefry Noer mengklaim luas lahan yang dimilikinya adalah 100 hektare. Ketika itu, Jefry Noer juga datang, dan Jamal mengatakan kalau lahan tersebut miliknya namun Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan lahan itu sudah dibeli dan mau dibikin jalan dan mau dipagari.

Saat kejadian itu Jamal bersama istrinya mengaku akan meninggalkan lokasi. Namun tiba-tiba Eva Yuliana mengejar istrinya, kemudian membentak dan langsung menganiaya.

Korban yang dirawat di Lantai 5 kamar 510 RSUD Arifin Achmad Pekanbaru itu mengalami luka cakar dibagian perutnya. Ia mengaku istrinya juga dipukuli 3 orang yang datang bersama pasangan Bupati Jefry dan istrinya Eva Yuliana, disebut juga mengancam menggunakan senjata api (senpi).

Terkait persoalaan ini Bupati Kampar Jefry Noer dan Eva Yuliana membantah telah melakukan pemukulan. Bahkan Eva Yuliana menegaskan agar Nurhasmi segera minta maaf karena telah melakukan pencemaran nama baik, yakni dalam waktu 2 X 24 jam apabila tidak dilakukan ia akan melapor balik Nur Asmi ke polisi.(ha)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini