PT GIN Benarkan PHK Dua Karyawannya

Redaksi Redaksi
PT GIN Benarkan PHK Dua Karyawannya
ilustrasi

PEKANBARU, riaueditor.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap dua karyawannya, dibenarkan Humas PT Guntung Idaman Nusa (GIN) Rudi Chandra. Menurutnya, PHK itu dilakukan karena kedua karyawan tersebut dinilai tidak beretika.

Hal itu disampaikan Rudi Chandra menjawab wartawan saat dihubungi via selularnya, Selasa (10/04/18). 

"Benar bahwa Ifandi dan Yamurudi telah PHK sejak 5 April 2018. Langkah itu dilakukan menejemen karena kedua karyawan yang sudah bekerja selama 2 tahun itu dinilai tak beretika didepan Askeb Herry dan Menejer Mayer saat Tolona Waruwu diminta keluar dari rumah yang ia tempati," ujarnya.

Ia mengatakan, sedari awal ketika Menejemen mendatangi kediaman Tolona, kedua karyawan yang juga anggota Serikat Buruh Riau Mandiri (SBRM) itu, tak menghargai. 

Terbukti kata Rudi Chandra, ketika Herry dkk meminta Tolono keluar dari rumah yang belum diijinkan oleh pihak menejemen. Serta merta kedua karyawan itu emosi. Tak sampai disitu mereka juga melakukan aksi pukul meja didepan Herry Cs seraya mengatakan, hajar...hajar, ujarnya.

Namun ketika disebutkan bahwa emosi kedua karyawan itu dipicu oleh sikap Herry dkk yang main tunjuk muka terhadap Yamurudi, dijawab Rudi bahwa itu syah syah saja.

"Kalau Herry dkk main tunjuk muka itu syah syah saja selaku atasan. Yang jelas keduanya kini telah PHK. Pesangonnya belum kita bayar karena prosesnya masih di Bipartit. Bilamana nanti mereka tak terima silahkan mereka menempuh jalur hukum ketenagakerjaan", tegas Rudi Chandra.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. GIN di desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil melakukan PHK terhadap beberapa orang pekerja dalam waktu hampir bersamaan hanya karena masalah sepele. 

Pasalnya,  ada salah seorang tenaga kerja bernama Tolona Waruwu yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 6 bulan dan telah berkeluarga masih belum diberikan perumahan oleh pihak manajemen, padahal rumah karyawan masih banyak yang kosong. 

Upàya untuk mendapatkan rumah bersama keluarganya sudah diajukan ke pihak menejemen berkali kali namun belum diberikan. Tolona hanya dititipkan  tinggal disalah satu rumah kosong di komplek tersebut. 

Sementara pada pertengahan maret 2018 datang beberapa keluarga yang baru masuk kerja (karyawan baru) dan mereka langsung di izinkan dan ditunjuk tempat tinggal tetap.

Melihat hal tersebut Tolona Waruwu bersama Ifandi abang iparnya menghadap kantor perusahaan untuk membicarakan hal tersebut dengan tujuan agar pihak manajemen menetapkan tempat tinggal tetap dirumah yang ditempati selama ini, dalam pertemuan tersebut pihak manajemen menyatakan dan mengizinkan menempati rumah di Block F17 sebagai tempat tinggal Tolona Waruwu dan keluarganya. 

Tapi secara tiba - tiba pada hari minggu tanggal 01 April 2018 sekitar jam 15.00 wib datang manajemen perusahaan Askeb bernama Harry dan Manager bernama Mayer serta membawa beberapa orang personil security. 

Sesampainya dilokasi atau rumah yang ditempati Tolona Waruwu beserta keluarga langsung memanggil dengan nada tinggi dan bahasa menggertak,  memerintahkan agar mereka keluar dari rumah dan angkat barang-barang  dari rumah seperti mengusir, dan disuruh menempati atau gabung dalam rumah Ifandi Gulö. 

Tentu dalam Tolona Waruwu kaget padahal sebelumnya rumah itu sudah diketahui manajemen kalau dia dan keluarganya yang menempati,  terjadilah perdebatan antara kedua belah pihak. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini