PEKANBARU, riaueditor.com - Seakan tak mau berbagi rezeki, PT. Cakrawala Monica Abadi (CMA), pemenang kontrak proyek pembangunan jalan KIT-Teluk Lembu Ujung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kota Pekanbaru sebesar 21,5 miliar lebih itu berseteru dengan warga tempatan soal jaga alat berat. Selama dua bulan beroperasi kontraktor mengerahkan orang-orangnya untuk jaga malam alat berat di lokasi proyek.
Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti akhirnya turun tangan dan menjadwal akan mempertemukan kedua belah pihak menyelesaikan persoalan yang sebetulnya sepele tapi jadi besar.
"Ini hanya persoalan miskomunikasi saja, kontraktor memaksakan diri hanya mau keluar 150 ribu, sementara warga menuntut lebih karena alat yang dijaga bisa sampai 5 unit," ujar Camat.
Camat Indah Vidya Astuti mengatakan akan memediasi warganya dengan kontraktor proyek pada lusa, Selasa 8 Juni 2021.
"Saya akan undang perangkat RT, RW dan tokoh masyarakatnya, mempertemukan mereka dengan pihak kontraktor pembangunan jalan 45 agar masalah ini diselesaikan baik-baik, sehingga tidak ada kendala dalam membangun infraktruktur jalan di wilayah kita ini," jelas Camat.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok pemuda warga RT04, RW02 kelurahan Industri Tenayan komplain terhadap PT. Cakrawala Monica Abadi, kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalan Teluk Lembu Ujung - KIT (Kawasan Industri Tenayan) kecamatan Tenayan Raya, Selasa (1/6/2021) kemarin.
Pasalnya, perusahaan hanya mau membayar upah jaga malam alat berat sebesar Rp.150 ribu per malam. Sementara alat berat berupa ekscavator, dozer yang mau dijaga jumlahnya bisa mencapai 5 unit dalam satu lokasi.

"Yang benar saja, kadang alat ada lima unit yang kita jaga dalam satu lokasi, sementara upahnya hanya Rp150 ribu. Beda kalau satu alat dibayar 150 ribu, masih bisa diterima akal," ujar Idam, Ketua Pemuda setempat kepada awak media.
Perseteruan antara perusahaan dan pemuda setempat sempat memanas. Pemuda kemudian meminta Ketua RT04, Suyanto Zega untuk memediasi harga ke pihak perusahaan, namun juga tidak diindahkan.
Dedi yang mengaku sebagai Pelaksana proyek dari PT Cakrawala Monica Abadi mempersilahkan Ketua RT berurusan dengan Babinkamtibmas Polsek Tenayan Raya.
"Kita sebelum memulai pekerjaan tentu kita perlu Humas pak, jadi kita mengirim surat ke Polsek Tenayan Raya, karena bagian dari sistim keamanan. Polsek menurunkan Babinkamtibmas sebagai bagian dari kita, maka segala urusan masyarakat karena dia bagian dari kita sekaligus humas maka dialah yang menghendel, saya hanya urusan teknis pak," ujar Dedi kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (1/6/2021).
Hingga realisasi pekerjaan sudah mencapai hampir 20 persen, kata sepakat belum juga tercapai.
Terpisah, Tokoh masyarakat Kelurahan Industri Tenayan, H Kalayo Hasibuan yang juga mantan Ketua RW setempat mengaku kecewa dengan sikap manajemen dari PT Cakrawala Monica Abadi yang seakan memandang rendah pemuda tempatan dengan memaksa tarif serendah itu.
"Jangan sekejam itulah, mereka mestinya bersikap saling mendukung karena saling memerlukan, menjaga alat berat itu tantangannya nyawa. Tak mungkin dijaga oleh satu dua pemuda, terlebih kalau jumlahnya banyak, tentu harus ramai yang jaga, sangat tidak pantas mereka diupah seharga 150 ribu, yang manusiawi lah," imbuhnya.
Saat sejumlah awak media meninjau lokasi pekerjaan pembangunan jalan KIT - Teluk Lembu Ujung didapati lebih dari lima unit alat berat yang aktif beroperasi.(har)