Kaca pos satpam Unisba yang pecah karena lontaran gas air mata. (CNN Indonesia/ Huyogo)Asep menuturkan, kejadian tersebut bermula dari penyerangan aparat ke kampus pada Kamis (8/10) malam. Saat itu, ribuan pedemo berusaha merangsek ke dalam kampus setelah aksi unjuk rasa di DPRD Jabar ricuh.
"Waktu Kamis itu tepat jam 7 malam, ada ribuan pendemo masuk ke sini. Awalnya kita tutup juga supaya mereka tidak masuk, tapi karena kita kalah personel dan tidak mau ambil risiko, mereka akhirnya masuk juga," kata Asep.
Sejumlah aparat yang melihat hal tersebut akhirnya mengambil tindakan ke arah kampus. Sejumlah tembakan gas air mata dilontarkan ke beberapa titik.
"Saya lihat ada tembakan ke beberapa lokasi. Setelah itu saya cek di lantai tiga gedung kacanya pecah. Saya cari barang bukti di ruang perkuliahan tidak ditemukan, lalu saya cari ke bawah ternyata ditemukan dua bomb smoke yang satu pecah dan satu lagi masih utuh. Yang utuh itu yang kena ke kaca," ujar Asep.
Atas tindakan aparat di kampusnya tersebut, Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Edi Setiadi melaporkannya ke kepolisian wilayah.
Dalam surat pengaduan Unisba yang juga dilihat CNNIndonesia.com, Edi menuturkan kampus sedang libur karena pembelajaran dilakukan secara daring. Namun, prihatin atas kondisi di mana DPR mengesahkan omnibus law UU Cipta Kerja, para mahasiswa terdorong untuk melakukan aksi penolakan Omnibus Law.
Kemudian, pada Rabu (7/10), rombongan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sudah melakukan aksi di depan DPRD Jabar bergerak ke Unisba.
"Mereka memaksa masuk ke Unisba karena menghindari tembakan gas air mata dari polisi. Masuknya mahasiswa ke area kampus di luar kendali kami karena kampus sebenarnya sarana pendidikan yang tidak perlu menerapkan penjagaan personel maupun sarana yang sangat ketat," tutur Edi dalam surat tersebut.
Akan tetapi setelah mahasiswa masuk ke Unisba, lanjut Edi, ada polisi yang menembakkan gas air mata ke dalam kampus. Bahkan terdengar ledakan yang mengarah ke dalam kampus Unisba yang memecahkan kaca pos penjagaan Unisba. Selain itu, di media sosial juga viral setelah menembakkan gas air mata ke arah kampus, oknum polisi pukul satpam Unisba yang mengingatkan ke petugas itu.
"Dengan kejadian tersebut kami mohon pimpinan Polri dapat mengendalikan anggotanya supaya tidak bertindak berlebihan ke area kampus karena itu fasilitas perkuliahan yang bertujuan mencerdaskan bangsa," ujar Edi.
Edi pun berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. Aksi oknum polisi pukul satpam Unisba itu sendiri terekam dan viral di media sosial.
(CNNIndonesia.com)