Kontraktor Pembangunan Jalan KIT Tetapkan 150 ribu Upah Jaga Alat Berat, Warga Komplain

Redaksi Redaksi
Kontraktor Pembangunan Jalan KIT Tetapkan 150 ribu Upah Jaga Alat Berat, Warga Komplain
riaueditor.com/har

PEKANBARU, riaueditor.com - Sekelompok pemuda RT04, RW02 kelurahan Industri Tenayan komplain terhadap PT. Cakrawala Monica Abadi, kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalan Teluk Lembu Ujung - KIT (Kawasan Industri Tenayan) kecamatan Tenayan Raya, Selasa (1/6/2021). Pasalnya, perusahaan hanya mau membayar upah para pemuda penjaga alat sebesar Rp.150 ribu per malam. Sementara alat berat berupa ekscavator yang mau dijaga jumlahnya bisa mencapai 5 unit.

"Yang benar saja, kadang alat ada lima unit yang kita jaga dalam satu lokasi, sementara upahnya hanya Rp150 ribu. Beda kalau satu alat dibayar 150 ribu, masih bisa diterima akal," ujar Idam, Ketua Pemuda setempat kepada awak media.

Kisruh antara perusahaan dan pemuda setempat sudah pernah berlangsung sebelumnya, bahkan nyaris terjadi tindak kekerasan. Pemuda kemudian meminta Ketua RT04, Suyanto Zega untuk memediasi harga kepada perusahaan, namun juga tidak diindahkan.

Dedi yang mengaku sebagai Pelaksana proyek dari PT Cakrawala Monica Abadi mempersilahkan Ketua RT berurusan dengan Babinkamtibmas Polsek Tenayan Raya.

Dedi, Pelaksana proyek dari PT Cakrawala Monica Abadi saat ditemui Ketua RT04/RW02 Kelurahan Industri Tenayan dan beberapa awak media di ruang kerjanya, Selasa (1/6/2021).

"Kita sebelum memulai pekerjaan tentu kita perlu Humas pak, jadi kita mengirim surat ke Polsek Tenayan Raya, karena bagian dari sistim keamanan. Polsek menurunkan Babin sebagai bagian dari kita, maka segala urusan masyarakat karena dia bagian dari kita sekaligus humas maka dialah yang menghendel, saya hanya urusan teknis pak," ujar Dedi kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (1/6/2021).

Hingga realisasi pekerjaan sudah mencapai hampir 20 persen, kata sepakat belum juga tercapai.

Terpisah, Tokoh masyarakat Kelurahan Industri Tenayan, H Kalayo Hasibuan yang juga mantan Ketua RW setempat mengaku kecewa dengan sikap manajemen dari PT Cakrawala Monica Abadi yang seakan memandang rendah pemuda tempatan dengan memaksa tarif serendah itu.

"Jangan sampai begitulah, mereka mestinya bersikap saling mendukung karena saling memerlukan, menjaga alat berat itu tantangannya nyawa. Tak mungkin dijaga oleh satu dua pemuda, terlebih kalau jumlahnya banyak, tentu harus ramai yang jaga, sangat tidak pantas mereka diupah seharga 150 ribu, yang manusiawi lah," imbuhnya.

Saat sejumlah awak media meninjau lokasi pekerjaan pembangunan jalan KIT - Teluk Lembu Ujung didapati lebih dari lima unit alat berat yang aktif beroperasi.(har)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini