Kematian Budiman Diduga Depresi Dijadikan Objek Pungli

Redaksi Redaksi
Kematian Budiman Diduga Depresi Dijadikan Objek Pungli
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Meski ditemukan mati Gantung diri di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Rengat, kematian Budiman (26) salah seorang Napi di Lapas tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
 
Masyarakat bertanya-tanya apa alasan yang bersangkutan (Budiman) melakukan hal tersebut, beredar isu bahwa selama menjalani hukuman sebagai salah seorang Napi di lapas Kelas II B di Pematang Reba Budiman sering mendapat tekanan karena sering dijadikan objek Pungutan Liar oleh oknum Sipir Rutan Rengat tersebut.
 
Ibarat sudah Jatuh tertimpa tangga pula, sudahlah mendapatkan hukuman atas tindakan kriminal yang dilakukan, para penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Rengat, dirinya sering dijadikan objek pengutan liar yang dilakukan oleh oknum sipir Rutan Rengat.
 
Dugaan tersebut diperkuat dari pengakuan orang tua Narapidana yang gantung diri, Budiman (26) di Rutan Rengat, Selasa (8/4). Dari cerita orang tua korban, anaknya yang seharusnya menjalani hukuman selama 5 tahun 6 bulan tersebut, sebelum kematiannya menelpon kepada dirinya. "Saya sudah tidak kuat lagi didalam ini Pak, saya sering dipukuli jika tidak memberikan uang yang diminta oleh pihak Rutan, inisial T, ungkap orang tua korban menirukan perkataan anaknya.
 
Menurutnya, bisa jadi setelah anaknya menelpon tersebut, anaknya mendapatkan hukuman karena menggunakan HP di Rutan dan kondisi tersebut membuat anaknya makin tertekan, sehingga mengambil jalan pintas tersebut.
 
Informasi yang diterima Wartawan permintaan terhadap  sejumlah uang sering terjadi yang dilakukan oleh Oknum T, seperti juru pungut dan bodyguard pada Rutan tersebut. Permintaan selalu dengan ancaman akan dipindahkan dari Rutan Rengat, jika tidak memenuhi permintaan.
 
Menyikapi hal tersebut, kepala Rutan kelas II B Rengat, Gumilar Budi Rahayu mengungkapkan, hal tersebut bisa saja terjadi, tapi dirinya sudah menekankan kepada seluruh petugas Rutan untuk tidak melakukan hal-hal tersebut.
 
"Kita tidak bisa pungkiri hal-hal seperti itu bisa saja terjadi, namun semuanya terpulang pada diri orang tersebut. Itu bisa saja terjadi tidak pada petugas sendiri, namun juga antar napi. Inilah yang menjadi tugas bagi saya selaku pimpinan, agar dapat menetralisir hal-hal tersebut.
 
Tentang adanya berita terkait Pungli dan kekerasan terhadap Napi, hal itu biasa terdengar di luar dan menjadi konsumsi publik, namun jika memang itu terbukti dilakukan oleh petugas Rutan Rengat, maka akan diambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini