Jumlah Kasus Cedera Karena Ponsel Meningkat Tajam

Redaksi Redaksi
Jumlah Kasus Cedera Karena Ponsel Meningkat Tajam
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ilustrasi, Cedera disebabkan oleh fokus yang terganggu akibat bermain ponsel.

JAKARTA - Jangan berjalan atau menyetir sambil melihat handphone. Pasalnya, telepon genggam tak hanya menyebabkan sakit mata atau leher tegang. Studi terbaru menunjukkan, cedera bagian tubuh lain karena ponsel meningkat tajam dalam dua tahun terakhir.

Cedera itu disebabkan karena gangguan ponsel saat berjalan ataupun menyetir. Kecelakaan tersebut paling banyak menimpa usia muda yakni 13-29 tahun.

Kecelakaan karena melihat ponsel saat beraktivitas itu umumnya menyebabkan luka pada wajah dan cedera di kepala. Memar otak dan cedera organ bagian dalam juga kerap ditemukan.

Mayoritas cedera-cedera karena ponsel itu membutuhkan perawatan serius di rumah sakit. Penelitian menilai, masalah ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.

"Hasil dari laserasi wajah dan jaringan parut dapat menyebabkan kecemasan dan menurunkan harga diri," tulis peneliti dalam studinya yang dipublikasikan di jurnal JAMA, dikutip dari CNN.

Hasil studi ini mendapati cedera karena ponsel awalnya jarang terjadi. Namun, setelah Apple mengeluarkan iPhone terbaru pada 2007, kecelakaan karena ponsel terus meningkat.

Kematian akibat gangguan ponsel juga ditemukan melonjak. National Safety Council AS menemukan 2.841 orang meninggal dunia karena kecelakaan akibat gangguan ponsel.

Governors Highway Safety Association juga mengestimasi lebih dari 6.000 kematian pejalan kaki pada 2018. Jumlah tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

(cnnindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini