Hantu Buronan Bustarizal Gentayangan, Pejabat LPMP Ketakutan

Redaksi Redaksi
Pekanbaru (riaueditor)- Pasca temuan indikasi "hidup kembalinya" Bustarizal, seorang buronan Polda Riau, terkait kasus pemalsuan Penetapan Angka Kredit (PAK) 1.820 guru pada tahun 2010 silam, para pejabatĀ terkait di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau mulai dihantui ketakutan. Dari pantauan wartawan, di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau, Pekanbaru, Jumat (18/01) kemarin, tampak sepi. Tak tampak seorang pun pejabat yang hadir di lembaga itu.

Saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Sabtu (19/01) sekitar pukul 11.00 Wib, tak seorangpun para pejabat LPMP yang mau mengangkat teleponnya, malah beberapa telepon pejabat itu tak aktif. B

Bustarizal, merupakan staff LPMP Riau, yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pemalsuan PAK ribuan guru ditahun 2010 silam. Ia juga telah dinyatakan sebagai buronan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Riau, setelah sempat menghilang dan dinyatakan telah meninggal dunia di Mekkah saat Umroh pada tahun 2010 silam.

Namun belakangan ini, beberapa warga dan pegawai LPMP serta kalangan wartawan acap memergoki seorang pria yang mirip Bustarizal dan tampak sering berkeliaran di Bank Riau dan Kepulauan Riau yang berlokasi di Jalan Sudirman Pekanbaru, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Markas Polda Riau ini.

Hasil penelusuran sangat menguatkan pria itu, benar Bustarizal, seorang yang telah ditetapkan sebagai buronan oleh Polda Riau dan juga juru kunci kasus pemalsuan PAK 1.820 guru sejak tahun 2010 silam. Terlebih, dari data PT Taspen menyebutkan Bustarizal merupakan peserta aktif di LPMP dengan golongan pegawai III C. Begitu juga PT Askes yang masih mencatat buronan ini sebagai peserta aktif yang juga sempat menggunakan kartu Askesnya di salah satu Rumah Sakit yang ada di kota Pekanbaru.

Hasil penelusuran, juga menyebutkan bahwa, gaji buronan Bustarizal selama beberapa tahun terakhir ini, sejak dinyatakan telah meninggal dunia saat Umroh tahun 2010 silam, masih tetap dibayarkan oleh LPMP Riau.

Seorang staff LPMP Riau yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika gaji buronan itu masih aktif, maka patut diduga adanya keterlibatan oknum orang dalam di LPMP Riau khusus pejabat bagian keuangan PLMP Riau. Hal itu, menurutnya, dikarenakan gaji seorang PNS baru bisa dicairkan jika ada atau dibuatkan Surat Perintah Membayar (SPM) dimana prosesnya diawali dari LPMP Riau untuk kemudian diajukan ke KPPN yang memerintahkan perusahaan perbankan untuk pencairan gaji seorang PNS itu.

Terkait gaji buronan hidup kembali yang masih aktif itu, kata dia, maka bendaharawan gaji LPMP Riau turut terlibat atau setidaknya mengetahui hal itu. Kemudian oknum lainnya yang menurut dia patut diindikasi terlibat yakni Kepala Sub Bagian Umum LPMP Riau dan penanggung jawab urusan kepegawaianpada Sub Bagian Umum LPMP Riau.

Pasalnya, kata dia, syarat seorang PNS baru bisa menerima gaji jika dibuatkan rekap daftar kehadirannya setiap bulan, oleh penanggung jawab urusan kepegawaian dan ditandatangani oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian LPMP Riau.

Begitu juga, kata dia, oknum Kepala LPMP Riau yang lama atas nama Drs Zainal Arifin MM, maupun Kepala LPMP Riau yang sekarang atas nama Dra Daci Mardiani MPd, juga patut diduga terlibat dalam kasus ini. Karena semua proses administrasi, menurut dia, secara aktif wajib diketahui oleh Kepala LPMP Riau dan bahkan menandatangani seluruh surat menyurat dalam proses administrasi seluruh keuangan termasuk gaji pegwainya.

Kemudian, kata dia, jika Bustarizal menerima gaji, berarti yang bersangkutan juga menerima uang makan setiap bulannya yang diberikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun saat hendak dikonfirmasi secara langsung pada Jumat (18/1), para pejabat ini justru memilih tak ngator.

Ketika dihubungi per telepon, para pejabat bersangkutan juga memilih tak menjawabnya. Beberapa nomor pejabat LPMP Riau itu juga ada yang tidak aktif. Kasus pemalsuan PAK ribuan guru pada LPMP Riau sejak tahun 2010 silam, hingga kini belum terungkapkan siapa-siapa yang yang ikut bermain dalam kasus ini.

(antarariau)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini