Dijanjikan Lulus Taruni Akpol, Uang Ratusan Juta Melayang

Redaksi Redaksi
Dijanjikan Lulus Taruni Akpol, Uang Ratusan Juta Melayang
ilustrasi

PEKANBARU, riaueditor.com - Diiming-imingi dapat meluluskan seseorang masuk sebagai anggota Taruni Akademi Kepolisian (AKPOL) dengan menyerahkan uang ratusan juta juta membuat Ferda Tisman (24), langsung tergiur dengan tawaran tersebut.

Namun, setelah menyerahkan uang ratusan juta tersebut kepada terlapor yang diketahui bernama Herianto Damanik (50) warga Jalan Bandongan, Kabupaten Malang, Provinsi Malang. Adik korban ternyata tak lulus dan uang yang sudah diberikan kepada terlapor harus lenyap.

Merasa ditipu oleh terlapor, Ferda yang tercatat sebagai warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, melaporkan penipuan itu ke Mapolresta Pekanbaru, Kamis (06/7/2017) sekitar pukul 16.00 WIB, seuai dengan Laporan Polisi No Pol : LP/ 535 / VII /2017/ SPKT Unit I Polresta Pekanbaru tanggal 03 Juli 2017.

Persitiwa bermula, ketika pelaku yang baru dikenal oleh korban berniat ingin membantu adiknya lolos masuk Taruna Akademi Polisi di Semarang. Namun, ada syaratnya, yakni korban harus meberikan uang pelicin.

Tergiur bujuk rayu pelaku, Ferda yang ingin memenuhi keinginannya adiknya Wiwik Winarni untuk lulus masuk Taruni Akademi Polisi (AKPOL) pun menyanggupinya. 

Uang pun diberi korban kepada pelaku dengan cara tunai dan pengiriman transfer rekening Bank pada Senin (03/7/2017) sekitar pukul 13.00 WIB, dengan harapan adeknya lulus tanpa hambatan.

Setelah mengikuti tes kesehatan tingkat Polda Riau, ternyata adik korban tidak lulus dalam tes kesehatan. Korban mulai curiga, Ferda langsung menghubungi pelaku dengan niat mempertanyakan status adiknya yang tidak lulus, namun pelaku tidak dapat dihubungi kembali.

Apesnya, selain tidak lolos, uang yang telah diberikan korban secara tunai dan melalui transfer bank kepada Herianto Damanik pun tak kunjung kembali. Atas kejadian itu, Felda melaporkan Herianto Damanik ke Mapolresta Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait masyarakat yang menjadi korban penipuan tes Polri.

"Terlapor memberikan iming-iming agar adik korban dapat lulus menjadi Taruni AKPOL. Namun adik korban tidak diterima uangnya juga tidak kembali," ungkapnya kepada CAKAPLAH, Jumat (07/7/2017)

Selain itu Guntur mengimbau, kepada seluruh masyarakat di Provinsi Riau untuk tidak percaya kepada siapa pun yang menjanjikan dapat membantu meloloskan menjadi anggota Polri. Sebab, dalam melakukan seleksi penerimaan anggota polri tidak pernah menerima biaya apa pun alias gratis.

"Karena masuk polisi saat ini bersih dari sogok menyogok. Kelulusan tes polisi itu memang murni dari diri pribadi siswa tersebut dan atas usaha sendiri. Bukan karena uang banyak, semalam kan sudah diingatkan oleh Kapolda Riau, tidak ada namanya sogok menyogok dengan uang untuk masuk tes polisi," pungkas Guntur. (gam)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini