Diduga Motif Dendam, Pasutri di Inhu Tewas Dengan Luka Bacok

Redaksi Redaksi
Diduga Motif Dendam, Pasutri di Inhu Tewas Dengan Luka Bacok
zul/otc
Mayat Ali saat ditemukan 200 meter dari rumahnya di pinggir jalan Alim I ke Alim II, Jumat (13/10/2017) pagi.

RENGAT, riaueditor.com - Warga Desa Alim Kecamatan Batangcenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, geger dengan penemuan jasad pasangan suami istri yang diduga korban pembunuhan, Jumat (13/10/2017) sekira pukul 06.00 Wib (Subuh) di KM 4,5 Desa Alim.

Kuat dugaan korban dibunuh lantaran unsur sakit hati, karena barang berharga seperti sepeda motor milik korban dan sejumlah uang masih utuh.

Tokoh masyarakat Alim, Thamrin Syam mengungkapkan, suami istri tersebut diketahui bernama Ali (40) dan istrinya Sari (32), memiliki dua balita yang masih berusia sekitar 4 tahun dan 1,5 tahun.

Thamrin Syam, mantan Anggota DPRD Inhu ini pertama kali melihat jasad Sari yang berlumuran darah di dapur, ketika istri Harianja tetangga korban hendak membeli sesuatu di warung Sari, mendengar suara tangisan kedua anak korban sembari memeluk jenazah ibunya.

Selama ini warga mengenal korban membuka warung di kediamannya berupa pondok di lahan kebun sawit milik marga Pasaribu warga Belilas, pondok itu dibuat sendiri oleh korban (Ali.red) warga asal Medan (Sumut) itu, menempati pondok tersebut sejak setahun lalu.

Ali juga bekerja sebagai pedagang sayur dan makanan keliling ke rumah-rumah penduduk.

Pasutri yang sudah dikaruniai dua orang anak perempuan itu hidupnya masih menumpang di lahan kebun milik Pasaribu, bukan sebagai penjaga kebun, tapi mereka masih menumpang untuk berdiam dengan membangun pondok berukuran 3 x 5 meter.

Diceritakan Thamrin Syam yang kini menjabat Wakil Ketua BPD ini, setelah istri Harianja mengetahui bahwa Sari telentang sembari dipeluk kedua anaknya itu dengan berlumuran darah.

Tetangga korban ini langsung meminta tolong kepada warga setempat. Diketahui Sari meregang nyawa dengan kondisi leher nyaris putus, diduga dibacok dengan parang.

Semula warga menduga pelaku pembunuhan adalah suami korban (Ali.red), warga langsung melakukan pencarian.

Sekitar 1 jam lamanya warga menemukan jasad Ali juga bersimbah darah di parit yang tidak ada airnya, namun mayat Ali ditutupi dengan rerumputan.

Kondisi Ali menggunakan pakaian kerja, dimana mayatnya ditemukan sekitar 200 meter dari rumahnya di pinggir jalan Alim I ke Alim II dalam kondisi leher nyaris putus, dan sekujur tubuh penuh luka bacok.

        

Atas kejadian ini, warga kemudian melapor ke Polsek Batangcenaku. "Saat ini baik tim dari Polres Inhu maupun dari Polsek Batang Cenaku sedang melakukan olah TKP," ujar Kanit Reskrim Polsek Batangcenaku, Eko.

Mantan Ketua BPD Desa Alim, Hendrik Alfian mengatakan, pembunuhan terhadap suami istri di Desanya itu diduga akibat sakit hati seseorang, karena kalau akibat perampokan, sepeda motor milik korban yang terbilang masih baru tidak diambil, begitu juga dengan uang yang ada masih tetap utuh.

        

Menurut Hendrik, sebagaimana diketahui pasangan yang menjadi korban pembunuhan itu belum memiliki KTP dan KK di Desa Alim, sedangkan korban berasal dari Medan (Sumut).

"Mudah mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Polisi bisa mengungkap kasus ini, sehingga bisa diketahui siapa pelaku pembunuhan dan apa motifnya," harap Hendrik.

"Kedua jasad korban dibawa ke RSUD Indrasari Pematangreba untuk di visum," tutup Hendrik. (zul)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini