Diduga Dibunuh, Tukang Pijat di Pekanbaru Ditemukan Tewas Dikamar Wisma Yani

Redaksi Redaksi
Diduga Dibunuh, Tukang Pijat di Pekanbaru Ditemukan Tewas Dikamar Wisma Yani
x3/riaueditor.com
Diduga Dibunuh, Tukang Pijat di Pekanbaru Ditemukan Tewas Dikamar Wisma Yani.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Seorang wanita ditemukan tewas di kamar No 109 Wisma Yani, Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Senin (12/10) malam, sekitar pukul 22.50 WIB. Korban, Juju Maysaro (24) yang diketahui berprofesi tukang pijat itu ditemukan tewas dalam keadaan keadaan terduduk dilantai bersandar diranjang muka ditutup menggunakan bantal dan tubuh yang tanpa busana ditutupi menggunakan selimut.

"Saat ditemukan korban dalam keadaan terduduk dilantai bersandar diranjang muka ditutup menggunakan bantal dan tubuh yang tanpa busana ditutupi selimut," sebut Kapolsek Sukajadi Kompol Jasamen Manurung SH, Selasa (13/10).

Dikatakan Kaplsek, dari keterangan saksi, Febri Soni Sumari (28), karyawan wisma yang sedang mendapat giliran jaga mengaku curiga, saat tamu hotel yang mengaku berinisial A meninggalkan kamar denga terburu-buru beralasan untuk membeli makanan.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.50 WIB, tamu wisma berinisila A tak kunjung kembali, kecurigaan pun timbul. Febri lalu memanggil Anggi (21) rekan kerjanya yang sama bertugas dengannya untuk melakukan pengecekan ke kamar yang telah dua hari disewa oleh A.

Merasa curiga, Febri dan Anggi kemudian memeriksa kamar tersebut. Berulangkali ia mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban dari dalam. Setelah berhasil masuk, dengan menggunakan kunci duplikat, Febri mencoba membangunkan korban yang saat itu terduduk dilantai bersandar diranjang ditutupi selimut.

Namun alangkah terkejutnya setelah melihat korban sudah tidak bernyawa lagi. "Saat dibangunkan ternyata korban sudah kaku dengan tubuh tanpa busana dan ditutupu selimut. Anggi langsung melapor ke pengelola wisma dan diteruskan ke Polsek Sukajadi," kata Jasamen.

Dari laporan tersebut, polisi yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kemudian membawa mayat korban ke RSUD Arifin Ahmad untuk dilakukan visum.

"Dugaan sementara korban tewas karena dibunuh, karena ada bekas cekikan di lehernya. Kami masih melakukan penyelidikan termasuk mencari identitas laki-laki berinisial A yang kencan bersaman korban. Sebab pemilik wisma tidak sempat mencatat identitas laki-laki tersebut," ujar Kompol Jasamen Manurung.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini