Banjir di Padang, Dua Bocah Terseret Arus

Redaksi Redaksi
Banjir di Padang, Dua Bocah Terseret Arus
Irham
Sejumlah warga mengevakuasi barang barang berharga dari rumahnya yang hancur di Alai Parak Kopi, Kota Padang, Jumat (2/11). Hujan deras tersebut menyebabkan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap dan merendam rumah warga.

PADANG - Banjir yang melanda Kota Padang menimbulkan korban jiwa. Dua orang anak di bawah umur ditemukan meninggal setelah tenggelam terseret arus, Jumat (2/11).

Korban pertama bernama Pasilah Azam, berumur 2 tahun hilang di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Informasi yang dihimpun, pada 13.40 WIB korban mandi-mandi di Parit dekat stasiun TVRI yang berdekatan dengan tempat tingggal korban.

Pada saat itu datang air yang cukup besar akibat curah hujan deras sehingga korban terbawa arus dan ditemukan oleh warga setelah air mulai surut dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Korban dilarikan ke rumah sakit M. Jamil Padang, setelah korban ditangani oleh pihak rumah sakit diperoleh kesimpulan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum sampai dirumah sakit, kuat dugaan korban telah meninggal saat terbawa arus.

Sementara korban lainnya bernama Jihat Melati berumur 5 tahun, ia ditemukan tewas seteleh tenggelam di Bungus Barat.

Kepala BPBD Padang Edi Hasymi saat dihubungi harianhaluan.com mengatakan, korban diduga meninggal terseret arus banjir.

"Ya benar terseret arus banjir. Informasi sementara ibu korban dari Pasilah Azam PNS di Pemko Padang," ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya (BPBD) saat ini masih di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan pemantauan. 

(harianhaluan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini