Diduga Masalah Pribadi,

Anggota Satpol PP Pos Kantor Bupati Pelalawan Dikeroyok Preman Mabuk

Redaksi Redaksi
Anggota Satpol PP Pos Kantor Bupati Pelalawan Dikeroyok Preman Mabuk
ilustrasi
Anggota Satpol PP Pos Kantor Bupati Pelalawan Dikeroyok Preman Mabuk
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Sekitar pukul 17.00 tiba-tiba beberapa sepeda motor berputar melintas di depan gerbang samping kantor Bupati Pelalawan. Tidak lama kemudian seseorang tidak dikenal memanggil nama petugas Satpol PP yang berjaga di pos gerbang kantor bupati tersebut. Berawal dari sini seorang Satpol PP dikeroyok hingga babak belur, Selasa (25/8/2015) sore.

Aksi pengeroyokan tersebut terjadi di jalan, korban mau dipanggil dan berbincang dengan seseorang, beberapa waktu kemudian beberapa orang datang menghampiri dan mengelilingi korban dan memukulnya.

Melihat hal itu, beberapa petugas Satpol PP yang berjaga di pos keluar melerai aksi pengeroyokan ini. Masyarakat yang bermain di taman depan kantor bupati pun berduyun-duyun datang menyaksikan kejadian tersebut.

Demikian disampaikan seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya pada riaueditor di lokasi kejadian.

"Awalnya sepeda motor mutar, lewat kelihatan bagak. Lalu satu orang memanggil petugas satpol PP, kawan tu menghampiri, dan diminta memanggil Pomi Oktavianus untuk keluar. Pomi pun keluar mengikuti preman itu, tiba-tiba Pomi dihajar," ujar Saksi.

Dari upaya pengamanan yang dilakukan petugas Satpol PP di Pos tersebut, 3 pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap, sementara pelaku lainnya berhasil kabur.

"Tiga pelaku ditangkap Satpol PP, dibawa ke pos. Yang lain kabur, sambil teriak lari-lari, mungkin karena melihat ramai masyarakat datang," ujar saksi ini.

Petugas Satpol PP yang berjaga di Pos pintu masuk kantor bupati tersebut membenarkan, 3 pelaku berhasil ditangkap dan digiring ke Polres Pelalawan. Sementara kondisi Pomi babak belur, bagian mulut pecah dan badan babak belur.

"Ramai bang, sepertinya orang tu mabuk. 3 pelaku kami tangkap dan sudah kami giring ke Polres agar diproses. Maaf bang, belum bisa cerita banyak, takut salah nanti," ujar petugas di tempat tersebut.

Informasi yang diterima riaueditor dilapangan, aksi pengeroyokan ini terjadi karena pelaku tidak terima saat korban melakukan operasi menertibkan orang pacaran saat malam hari, tepatnya Sabtu malam (22/8).

Pomi menghampiri orang yang bermadu kasih di suatu lapangan, setiba di sana terlihat ramai orang yang bermadu kasih, lalu Tomi dengan rekannya balik kanan karena takut. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini