Al Azhar Kutuk Aksi Pembakaran Mobil Tokoh Melayu Dr Nurhasyim

Redaksi Redaksi
Al Azhar Kutuk Aksi Pembakaran Mobil Tokoh Melayu Dr Nurhasyim
Datuk Seri Al-azhar, Ketua MPA Lembaga Adat Melayu Riau.

PEKANBARU, riaueditor.com - Datuk Seri Al-azhar mengutuk aksi pelaku pembakaran mobil milik tokoh adat Dr Nurhasyim yang terjadi di kediamannya pada Jumat (13/10/2017) sekira pukul 05.05 WIB subuh tadi.  

"Apa pun sebab-musabab dan alasannya, itu tindakan biadab, semestinya tidak boleh terjadi di mana pun, apalagi di negeri Melayu ini," kata Al Azhar dalam keterangan persnya Jumat (13/10) siang. 

Ditegaskannya sebagai pribadi dan selaku pimpinan LAMR, ia mendesak pihak kepolisian dan aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum si pelaku maupun aktor intellectual yang berada di balik kasus tersebut. 

Seperti diketahui, Jumat subuh, mobil merk Avanza di rumah tokoh Melayu, Dr Nurhasyim, dibakar oleh orang tak dikenal. Selain ditolong warga sekitar, api dapat dikendalikan setelah mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi. Tapi bagian depan mobil ini sudah hangus terbakar, sehingga tidak mungkin digunakan lagi.

Selain tokoh adat, yang sejak beberapa tahun terakhir dipercayakan sebagai Ketua MKA LAMR Pekanbaru, Nurhasyim yang kini berusia 70 tahun, sehari-hari juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.  

Ia juga dikenal sebagai birokrat yang tangguh, sempat menjadi Sekretaris DPRD Riau, bahkan menjabat Bupati Rokan Hulu di awal kabupaten ini berdiri belasan tahun lalu.

Al Azhar tidak mau berandai-andai, tetapi peristiwa terebut jelas bukan suatu kecelakaan biasa, tetapi disengaja seperti terlihat dari tertinggalnya korek api di tempat kejadian. 

Adalah wajar jika kemudian orang menyimpulkan bahwa pelaku berusaha meneror sesorang atau suatu pihak dengan tujuan tertentu. Disisi lain, Al Azhar mengaku, bagaimanapun kejadian tersebut memerlukan penyelidikan yang akurat. 

"Kami akan membantu pihak keamanan untuk menyelidiki kasus ini dengan siap memberikan berbagai keterangan yang diperlukan," katanya.

Diharapkan, pada masa mendatang kasus serupa tidak terjadi lagi. Sebab bagaimanapun teror apalagi dengan kekerasan yang dilakukan secara terbuka, merupakan suatu bentuk penistaan terhadap kemanusiaan.        

Pernyataan senada juga diperuntukkanya terhadap kasus bom molotov yang baru-baru ini terjadi terhadap rumah salah seorang anggota DPRD Riau. 

"Seperti kejadian pembakaran mobil itu, pengeboman di rumah anggota DPRD beberapa pekan lalu  harus dibongkar tuntas dan pelaku serta orang yang berada di belakang kasus tersebut (sekiranya ada) ditindak tegas," kata Al Azhar. (*/red)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini