Akhir Cerita dari Video Anak yang Diusir Keluar Mobil di Malang

Redaksi Redaksi
Akhir Cerita dari Video Anak yang Diusir Keluar Mobil di Malang
Foto: pixabay
Ilustrasi

Video seorang anak dipaksa keluar dari mobil beredar luas di media sosial. Publik sempat bertanya-tanya, di mana video itu direkam dan latar belakang hingga peristiwa memprihatinkan itu bisa terjadi.

Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di Malang, Jawa Timur. Tepatnya di Jalan Bandung, dekat sekolah si anak yang dipaksa keluar mobil.

Kejadian itu ternyata sempat disaksikan beberapa orang tua siswa. Salah seorang wali murid mengatakan orang tua yang memaksa anaknya turun dari mobil diduga mengalami stres.

"Saya tahu karena adiknya anak itu sekolah di sekolah yang sama dengan anak saya, katanya stres karena suaminya mempunyai istri tiga," kata perempuan yang tidak mau disebutkan namanya itu, Kamis (28/3).

Pernah suatu ketika, orang tua itu menjemput anaknya dengan menggunakan mobil. Namun karena ada pengguna sepeda motor tidak mau menepi, orang tuanya lantas marah-marah.

"Dia memang orang kaya, rumahnya di kawasan elite Istana Dieng, dan suaminya punya toko emas," katanya.

Selain itu, di grup para wali murid juga tersebar tangkapan layar aplikasi WhatsApp yang diduga kiriman pelaku kepada seorang temannya. Intinya, pelaku melakukan pembelaan, jika dia marah karena anaknya tidak mau turun untuk kursus atau les, sedangkan dirinya telanjur mengantar.

Terkait video itu, Polresta Malang langsung melakukan penyelidikan.

"Kami baru dapat laporan dari medsos, kasus ini masih proses penyelidikan, meski tidak ada laporan kami selidiki karena itu termasuk kekerasan pada anak. Anggota reserse kriminal masih di lapangan," kata Kasubag Humas Polresta Malang Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.

Dia mengatakan tim dari cyber troops juga memeriksa lokasi untuk memastikan video itu hoaks atau tidak.

"Sedangkan reskrim melakukan pencarian identitas, termasuk mencari siapa yang mengunggah video itu pertama kali, sore ini dari reskrim akan memberikan informasi lanjutan," katanya.

Dia membenarkan jika melihat dari video itu, tempatnya terlihat sama seperti di Jalan Bandung atau tepatnya di depan SPBU.

"Kita selidiki terus, apalagi di video, mobilnya tidak terlihat nomor polisinya," katanya.

Belakangan orang tua yang mengusir anaknya dari mobil meminta maaf. Permintaan maaf tersebut diunggah oleh Twitter resmi Sabhara Polresta Malang pada Jumat (29/3).

Berdasarkan video yang diunggah, perempuan tersebut mengaku sebagai orang tua sang anak. Perempuan itu bernama Wati. Dalam video itu, dia memberi keterangan ditemani oleh Kanit PPA Polresta Malang Iptu Tri Nawangsari dan seorang pria. Berikut transkrip permintaan maaf tersebut:

Assalamualualaikum Wr Wb

Selamat malam, saya Ibu Wati, selaku orang tua yang berkaitan dengan viral video yang beredar di sosial media.

Terkait dugaan kekerasan pada anak. Secara pribadi saya menyampaikan permohon maaf atas viral video tersebut. Jadi, perlu saya jelaskan di sini bahwa kejadian pada hari Selasa, 26 Maret 2019 di Jalan Bandung, Kota Malang, pukul sekitar 15.30 WIB.

Terjadi perselisihan antara saya dan putri saya secara spontan, refleks dan di luar kendali. Saya memperlakukan putri saya dengan cara yang kurang elegan, pantas dilihat. Tanpa ada niatan sedikitpun menyakiti putri saya tercinta. Saya akui saya emosi pada saat itu. Dan oleh karenanya, saya dari lubuk yang paling dalam, saya menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Setelah kejadian hingga saat ini, saya dan putri saya baik-baik saja, dan tidak ada permasalahan lagi. Demikian klarifikasi ini saya buat.

Assalamualaikum Wr Wb

(sumber: kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini