‘Sakit Perut’ Alasan Bunga Tutupi Hubungan Terlarangnya dengan Sopir Truk Sawit

Redaksi Redaksi
‘Sakit Perut’ Alasan Bunga Tutupi Hubungan Terlarangnya dengan Sopir Truk Sawit
ilustrasi

SINABOI, riaueditor.com - NM (52) seorang ibu rumah tangga, warga Jalan Poros Kepenghuluan Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir, Riau, tak habis pikir melihat tingkah laku putrinya yang kerap susah diajak makan bersama keluarganya saat makan siang atau malam.    

Alasan putrinya itu klasik, ‘sakit perut dan gak selera makan’. Kalimat itu, sering di lontarkan bunga (15) nama disamarkan, korban pencabulan yang dilakukan HE alias Hen (26) warga Jalan Beringin I Kep. Sungai Nyamuk Kec. Sinaboi Kab. Rohil.

Entah apa panyebabnya, sang ibu pun berusaha mencari tahu, kenapa putrinya itu susah betul diajak makan bersama oleh keluarga dengan saudara-saudaranya atau abang dan adiknya.

Tanpa merasa curiga, bahwa bunga tengah berbadan dua dan korban tidak mau memberitahukan tentang peristiwa yang sudah mereka lakukan dengan pelaku Hen. Sang ibu mencoba membawa putrinya itu, ke Bidan Desa setempat untuk mengetahui apa penyebab putrinya itu susah diajak makan.

Setibanya di rumah bidan desa setempat, bunga pun diajak bidan desa itu untuk segera berbaring di ruang pemeriksaan yang disediakan bidan itu. Setelah diperiksa, sang bidan merasakan hal yang aneh dengan kondisi bunga. Sebab denyut jantung dan tekanan darah bunga terlihat normal saja dan tidak dalam keadaan sakit.

Merasa curiga, sang bides pun mengulang kembali pemeriksaan, dengan melihat petunjuk buku panduan pemeriksaan kesehatan yang benar dan terarah. Setelah diteliti, ternyata bunga diduga tengah hamil.

Sang bides pun, menyebutkan hal itu ke sang ibu korban, namun ibu korban merasa tak yakin, sementara bunga pun masih tetap 'membisu' dan mempertahankan egonya untuk menutup mulut apa yang tengah mereka lakukan dengan pelaku.               

Untuk meyakinkan sang ibu dan korban, sang bides mengambil alat pengukur sensitif tes kehamilan, serta meminta bunga untuk mengambil air seni korban. Setelah mendapat informasi yang akurat, bahwa bunga tengah hamil. Alangkah terkejutnya sang ibu melihat alat sensetif tes kehamilan itu, menunjukkan bunga positp hamil.

Penasaran, sang ibu pun mempetanyakan tegas kepada bunga. Dengan mulut yang sedikit terkunci, bunga pun mengakui bahwa dirinya pernah melakukan hubungan 'terlarang' dengan Hen. Peristiwa itu, mereka lakukan dengan dua bulan yang lalu di Jalan Bagan Tanjung Kepenghulaun Sungai Bakau dekat jembatan.

Merasa tak senang, ibu korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Sinaboi, pada 27 Januari 2018, dengan tuduhan melakukan pencabulan atau persetubuhan dengan anak dibawah umur. Apalagi Hen, memiliki status keyakinan yang berbeda dengan korban dan jarak umur jauh beda denganya.                    

Setelah polisi mendapatkan laporan dari ibu korban, Petugas Unit Reskrim Polsek Sinaboi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku diketahui berinisial He alian Hen (26) yang yang tidak lain sopir truk pengangkut sawit milik HT warga Jalan Beringin Beringin I Kep. Sungai Nyamuk Kec. Sinaboi Kab. Rohil.

Usai mengetahui keberadaan pelaku, Polisi pun langsung mengamankan pelaku pada Sabtu, 27 Januari 2018, sekira pukul 16.00 Wib dan saat ini tengah diamankan di Mapolsek Sinaboi, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.    

Terkait kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu helai celana panjang warna hitam milik dan baju kaos warna biru milik korban.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM, saat dikonfirmasika Minggu (27/1/2018) siang, membenarkan adanya penangkapan pelaku pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan tersangka Hen (26).

"Ya pelakunya saat ini sudah diamankan petugas kita di Mapolsek Sinaboi, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," pungkas Guntur singkat. (ars)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini