Koramil 01/Rengat Bersama Pengamat Gelar Rapat Pemberantasan Hama Padi

Redaksi Redaksi
Koramil 01/Rengat Bersama Pengamat Gelar Rapat Pemberantasan Hama Padi
Penrem031/Wirabima
Koramil 01/Rengat Bersama Pengamat Gelar Rapat Pemberantasan Hama Padi.

KUALA CENAKU, riaueditor.com - Selasa (23/1/17), Para Babinsa Koramil 01/Rengat Khususnya Babinsa Kecamatan Kuala Cenaku. Menerima keluh kesah petani akan berkembangnya populasi keong mas dan hama tikus yang merusak tanaman padi sehingga dapat mengancam menurunkan hasil produksi panen.  Untuk itu para Babinsa bersama dengan pengamat hama kab. Inhu  merasa prihatin dan mengajak Poktan Tani Maju mengatasi hama keong mas dan tikus di Desa Kuala Cenaku Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu.

Hama Keong Mas merupakan hama yang saat ini sering membuat para petani resah , oleh karena itu untuk mengatasinya diperlukan ketekunan dan kegiatan rutin yang perlu dilakukan. Para petani memerlukan cara yang tepat untuk mengatasi dan memberantas hama yang satu ini. 

Dijelaskan Muhrisal SPT, hama keong mas dapat diatasi dengan beberapa cara yang mudah tanpa biaya. Namun juga ada beberapa penanganan yang memerlukan biaya dalam menangani hama yang satu ini. "Tergantung dengan situasi populasi keong mas yang menyerang tanaman seberapa banyaknya. Terdapat beberapa tahap/cara untuk mengatasi hama keong mas ini secara sederhana dan mudah," katanya.

Bila terjadi serangan Keong Mas, sawah perlu segera dikeringkan, karena Keong Mas menyenangi tempat-tempat yang digenangi air. Jika petani menanam dengan sistem tanam pindah, maka pada 15 hari setelah tanam pindah sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian, Apabila padi ditanam dengan system sebar langsung, selama 21 hari setelah sebar, sawah perlu dikeringkan, kemudian digenangi lagi secara bergantian.

Menurut Babinsa Serka Yoserizal di sela-sela pengambilan hama menyampaikan bahwa ada beberapa keuntungan dari pengendalian hama keong mas antara lain dapat menghindari kerusakan tanaman terutama di persemaian, tanaman muda dan anakan produktif. Dapat menghindari kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan, serta dapat meningkatkan produksi padi sesuai dengan luas dan sempitnya lahan. 

"Keong juga dapat dimanfatkan untuk campuran pakan ternak seperti itik dan dapat meningkatkan produksi telur," tukasnya.(Penrem 031/Wirabima)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini