UPT SDN 035 Tarai Bangun Terima BOS Kinerja Tahun 2023

Redaksi Redaksi
UPT SDN 035 Tarai Bangun Terima BOS Kinerja Tahun 2023
Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti, S. Pd.(Foto: Ist)

KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Tarai Bangun Kecanatan Tambang Kabupaten Kampar, menerima dana BOS Kinerja untuk tahun 2023 ini. Apresiasi tersebut diterima oleh pihak sekolah atas peningkatan nilai rapor pendidikan tahun 2022 lebih dari 15 persen.

"Alhamdulillah, kita menerima BOS Kinerja dari Kementerian Pendidikan. Ini merupakan kabar baik dan menjadi pemacu semangat bagi kita untuk lebih baik lagi," kata Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti, S. Pd.

Hal ini sebenarnya cukup mengejutkan. Pasalnya, kondisi UPT SDN 035 Tarai Bangun bisa dikatakan minim sarana dan prasarana, serta beberapa fasilitas bisa dikatakan tak memadai.

Sebut saja yang paling kontras misalnya kekurangan ruang kelas. Dengan 418 peserta didik, SDN 035 Tarai Bangun hanya memiliki 7 ruang kelas saja. Para anak didik harus bergantian hingga tiga sesi pembelajaran sampai sore hari.

Dapat dibayangkan, bagaimana upaya dan semangat luar biasa dari tangan seorang kepala sekolah dan bimbingan para guru serta kerja sama orang tua, hingga mendapat apresiasi dari kementerian pendidikan untuk menerima BOS Kinerja.

"Meski nilainya tak begitu banyak, saya merasa ada kepuasan atas kerja keras kami sebagai pengelola sekolah ini. Kami tentu akan terpacu untuk lebih baik lagi meski dengan keterbatasan yang ada saat ini," ujar Evi Yenti lagi.

Dana BOS Kinerja tersebut nantinya juga digunakan untuk peningkatan kemampuan para murid serta kompetensi para guru. Terlebih saat ini sudah memasuki tahun kedua penerapan Kurikulum Merdeka.

Di Kecamatan Tambang sendiri ada dua sekolah yang menerima BOS Kinerja,yakni UPT SDN 035 dan UPT SDN 034.

Menurut Evi Yenti yang baru tiga tahun di UPT SDN 035 ini, apa yang diraih sekolahnya merupakan hasil penilaian ril dan objektif dari kementerian. Ini sebutnya adalah buah dari kesungguhan pihak sekolah dalam mencerdaskan anak didik.

"Tentunya kami juga berharap atensi pemerintah untuk memperhatikan juga fasilitas sarana prasarana di sekolah kami yang sangat terbatas. Lihat saja, perbandingan antara ketersediaan ruang kelas dengan jumlah peserta didik kami sangat jauh dari ideal, untuk 418 murid hanya tersedia 7 ruang kelas, rasanya ini tidak mungkin," papar Evi Yenti lagi.

Evi mengaku sebelumnya telah mengajukan proposal ke pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kampar. Namun, keterbatasan lahan menjadi masalah.

Sehingga jalan satu-satunya untuk membangun ruang kelas baru ini adalah merubuhkan ruang kelas yang ada saat ini kemudian menggantinya dengan bangunan bertingkat.

"Atau kita ganti rugi lahan yang berada persis di sebelah area sekolah. Hanya itu jalan keluarnya," terang Evi Yenti.

Ditambahkan, jika melihat kondisi sekolah saat ini, apalagi membandingkan dengan populasi dan bertambahnya penduduk usia sekolah dasar di lingkungan SDN 035, penambahan ruang kelas sebenarnya sudah sangat mendesak.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini