Seluruh SD di Siak Hulu Telah Membentuk TPPK

Redaksi Redaksi
Seluruh SD di Siak Hulu Telah Membentuk TPPK
Eko Yuniansyah, S. Pd, Ketua K3S Siak Hulu.(Foto: Andi/riaueditor)

KAMPAR - Seluruh Sekolah Dasar Negeri dan Swasta yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Siak Hulu, telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Hal itu sesuai dengan amanat Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Ketua K3S Siak Hulu, Eko Yuniansyah, S. Pd kepada riaueditor.com menjelaskan, sebanyak 39 SD Negeri dan Swasta di wilayahnya telah mengupload berkas ke Dapodik.

"Alhamdulillah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, semua sekolah di K3S Siak Hulu telah menyelesaikan upload berkas yang sibutuhkan," kata Eko Yuniansyah.

Saat ini hanya ada dua sekolah yang belum tuntas 100 persen, namun sudah melakukan memasukkan data yang dibutuhkan ke Dapodik. Hal itu kata Eko dianggap telah selesai.

Eko yang juga Kepala UPT SDN 028 Kubang Jaya ini menjelaskan, salah satu berkas yang diupload tersebut adalah SK pembentukan TPPK satuan pendidikan yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Untuk anggota TPPK sendiri terdiri dari guru, komite sekolah serta wali murid.

Untuk jumlah anggota TPPK di setiap satuan pendidikan bervariasi, sesuai yang ditentukan oleh satuan pendidikan tersebut. Namun yang jelas harus berjumlah ganjil.

Ke depan, Eko berharap TPPK ini benar-benar bekerja mencegah terjadinya tindak kekerasan di satuan pendidikan masing-masing, bukan hanya sebatas SK dan sebagai simbol antibulying saja.

Atas dasar itu juga, di UPT SDN 028, Eko lebih banyak melibatkan guru dalam tim tersebut. Pasalnya, yang perlu diantisipasi sejak dini adalah kejadian-kejadian di lingkungan sekolah, tentunya para guru adalah pihak terdepan yang lebih dahulu mengetahui dan menyelesaikannya.

"TPPK di sekolah kita melibatkan guru dari setiap tingkatan. Kita juga ingin ada progres kerjanya, nanti akan ada juknisnya," sambung Eko Yuniansyah lagi.

Eko mengakui, di setiap satuan pendidikan tentunya memiliki pengalaman terjadinya bulying. TPPK sendiri sifatnya adalah melakukan pencegahan. Jika ada indikasi terjadinya kekerasan dan bulying, akan segera ditanggapi, jangan sampai setelah terjadi baru ditangani.

Lagi Eko Yuniansyah menambahkan, pencegahan bulying di tingkat sekolah dasar sangat penting untuk dilakukan. Sejak dini inilah saat yang tepat untuk menanamkan karakter anak untuk jauh dari tindakan kekerasan.

Dengan begitu, hingga ke tingkatan sekolah berikutnya, apa yang didapat di bangku sekolah dasar akan terbawa hingga ke lingkungan di jenjang pendidikan berikutnya.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini