Marskal Ujang: Cegah Perundungan Anak, Kerja Sama dengan Orang Tua dan Pengawasan Penggunaan Gadget Penting

Redaksi Redaksi
Marskal Ujang: Cegah Perundungan Anak, Kerja Sama dengan Orang Tua dan Pengawasan Penggunaan Gadget Penting
Marskal Ujang, S. Pd, M. Si.(Foto: Andi/riaueditor)

KAMPAR - Penggunaan gadget dan smartphone oleh anak tanpa pengawasan, menjadi salah satu faktor terjadinya perundungan atau bulying. Konten-konten kekerasan yang beredar melalui dunia maya, seperti tak dapat dibendung dan diserap serta ditiru oleh anak. Oleh karenanya, pengawasan penggunaan gadget dan smartphone oleh orang tua di rumah sangat penting.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Kubang Jaya, Marskal Ujang, S. Pd, M. Si, Senin (19/2/2024). Menurutnya, salah satu upaya pencegahan adalah mengawasi dan membatasi penggunaan smartphone oleh anak, termasuk pengawasan terhadap tontonan televisi.

Marskal Ujang melihat, seiring perkembangan teknologi saat ini, perlu pengawasan ekstra terhadap anak. Gadget dan smartphone yang sudah akrab dan audah menjadi kebutuhan, di satu sisi membawa dampak positif bagi anak. Namun di sisi lainnya, jika tak digunakan dengan bijak maka akan membawa bencana.

Sebelum terbitnya Permendikbudristek 46 Tahun 2023, pihak sekolah selalu berupaya mengawasi anak sebagai pencegahan dini agar tak terjadi bulying, baik secara fisik ataupun verbal. Mulai dari anak masuk lingkungan sekolah, di kelas, hingga anak pulang.

Kepala sekolah menekankan kepada guru agar jangan sampai lengah dalam mengawasi anak didik.

"Selanjutnya, di lingkungan rumah inilah perlunya peran orang tua," ujar Marskal Ujang.

Marskal Ujang tak menampik pernah terjadinya perlakuan yang mengarah pada kekerasan di sekolahnya. Namun itu bukanlah kasus serius dan dapat diselesaikan oleh guru dengan baik. Menurutnya yang lebih penting saat ini adalah pencegahan.

"Jika dulu tim di sekolah tak ada SK, setelah Permendikbudristek ini, dibentuklah TPPK dengan SK yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Anggota tim juga melibatkan komite sekolah dan wali murid yang jumlahnya gasal atau ganjil," urai Marskal Ujang.

Dengan adanya TPPK ini, diharapkan dapat benar-benar bekerja untuk menghindari dan mencegah terjadinya bulying. Lagi, upaya yang pertama sekali tentunya adalah pencegahan. Baik itu memberikan pemahaman kepada anak tentang apa itu bulying serta dampaknya.

Melalui TPPK ini diharapkan pula komunikasi antara guru dengan wali murid dan komite sekolah dapat terjalin lebih baik lagi.

Tak kalah penting, Marskal Ujang berpesan kepada wali murid agar tak memberikan anak gadget atau smartphone saat magrib hingga isya. Pada saat itu hendaknya anak diarahkan pada kegiatan keagamaan, seperti mengaji.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini