KNPI Tenayan Raya Perjuangkan Nasib 11 Pelajar Dari Kelurahan IT yang Ditolak Masuk di SMAN 6 Pekanbaru

Redaksi Redaksi
KNPI Tenayan Raya Perjuangkan Nasib 11  Pelajar Dari Kelurahan IT yang Ditolak Masuk di SMAN 6 Pekanbaru
Foto: metrobrita-terkini.blogspot.com

PEKANBARU, riaueditor.com - Jelang Tahun Ajaran Baru 2022-2023, masyarakat kelurahan Industri Tenayan diresahkan lantaran tak satu pun putra putri mereka diterima di SMAN 6 Pekanbaru. Sementara itu, SMAN 6 satu-satunya SMA Negeri terdekat di zona Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023 yang dilaksanakan secara online.

Guna memperjuangkan hak pendidikan atas anak-anak Kelurahan Industri ini, Senin (4/7/2022) Ketua KNPI kecamatan Tenayan Raya M Ridwan mencoba menanyakan langsung ke sekolah tersebut dan Dinas Pendidikan provinsi Riau.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMAN 6 Pekanbaru, Nunung Supiarti S.Pd dikonfirmasi terkait PPDB sistem Zona C yang menjadi batu sandungan anak-anak kelurahan Industri Tenayan untuk bisa mengenyam pendidikan di SMA tersebut, mengatakan jika Kelurahan Industri Tenayan termasuk Zonasi C SMAN 6 Pekanbaru.

"Kita memiliki 3 wilayah, yaitu kelurahan Bambu Kuning, Rejosari, dan Industri Tenayan," ujarnya.

Namun faktanya menurut Ridwan ada 11 pelajar yang ditolak mendaftar masuk ke SMAN 6 Pekanbaru dengan dalih kelurahan Industri Tenayan tidak masuk jalur sistem zonasi pada pelaksanaan PPDB 2022-2023 ini. Ridwan berharap ke 11 anak-anak tersebut bisa memperoleh haknya atas pendidikan yang layak dan murah.

"Saya melihat sendiri ke lokasi, mereka anak-anak dari keluarga kurang mampu, saya berharap mereka bisa mmasuk sekolah negeri, karena kalau anak-anak ini masuk ke sekolah swasta sudah pasti biaya mahal, ini menyangkut pendidikan, wajib saya perjuangkan masa depan anak-anak bangsa ini," tegas Ridwan.

Tak cukup puas dengan jawaban dari sekolah tersebut, Ketua KNPI ini kembali melanjutkan perjuangannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau, akan tetapi Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, M Job Kurniawan tidak berada di tempat, dan diarahkan menemui Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, namun beliau juga tidak berada di tempat.

Kembali mereka diarahkan ke Aula Pengaduan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Di sini Ketua KNPI Tenayan Raya diarahkan ke petugas Nila Resmita.

Ketua KNPI Tenayan Raya M Ridwan mengatakan, "Saya mewakili suara masyarakat Industri Tenayan ingin mempertanyakan kenapa anak-anak kelurahan Industri Tenayan tidak diterima di SMAN 6 Pekanbaru, padahal mereka adalah warga yang termasuk wilayah Zona C," tukasnya.

Petugas menjawab, "Di sini saya menerima pengaduan tetapi bukan yang berhak untuk menerima siswa," ungkap Nila Resmita.

Ketua KNPI Tenayan Raya, M Ridwan merasa kecewa dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau yang tidak berada di kantor, begitu juga dengan Sekretaris Dinas, "Pendidikan merupakan hak anak bangsa, menjadi terlantar dan tertunda masa depan mereka dengan sistem ini," pungkasnya.(**)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini