Gasing Dongkrak Rapor Pendidikan Numerasi UPT SDN 006 Kubang Jaya

Redaksi Redaksi
Gasing Dongkrak Rapor Pendidikan Numerasi UPT SDN 006 Kubang Jaya
UPT SDN 006 Kubang Jaya.(Foto: Andi/riaueditor)

KAMPAR - Kepala UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Marskal Ujang, S. Pd, M. Si melihat metode Gasing yang diterapkan di sekolahnya mampu mendongkrak rapor pendidikan di bidang numerasi.

Selama ini, sudah umum jika rapor pendidikan numerasi di satuan pendidikan selalu rendah. Hal ini disebabkan anak didik yang tidak bergairah dan tak berminat terhadap pelajaran berhitung atau matematika. Anak-anak bahkan kerap menganggap pelajaran matematika adalah momok dan tak disukai.

"Dengan metode Gasing ini, anak-anak ternyata berminat dan lebih bersemangat mengikuti pelajaran matematika. Jika sebelumnya mata pelajaran matematika dianggap momok yang membosankan, kina justru anak didik merasa senang dengan pelajaran matematika," terang Marskal Ujang saat ditemui riaueditor, Kamis (19/10/2023).

Diketahui, metode gasing merupakan metode cara berhitung yang dikonsep menarik dan menyenangkan bagi anak. Gasing diterapkan pada 4 dasar berhitung, yak ni penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Rapor pendidikan sendiri merupakan hasil dari pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis KOmputer (ANBK) yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan (sekolah), baik negeri maupun swasta.

ANBK tahun ini akan dilaksanakan dua tahap. Tahap I tanggal 23-26 Oktober sedangkan tahap II 30 Oktober-2 November. Sedangkan hari ini merupakan pelaksanaan gladi yang diikuti oleh 30 murid yang terdiri dari 2 shift.

DIbandingkan rapor pendidikan 2021 dan 2022, secara umum di UPT SDN 006 Kubang Jaya mengalami peningkatan. Dari yang berwarna merah meningkat menjadi kuning dan dari kuning menjadi hijau.

"Kita berupaya rapor pendidikan literasi dan numerasi keduanya tak ada lagi yang kuning atau merah. Yang kita genjot adalah rapor pendidikan numerasi," papar Marskal Ujang lagi.

Hasil ANBK sendiri disebut-sebut merupakan nilai murni dan ril mutu sebuah satuan pendidikan yang didapat melalui pengisian soal dan angket yang terhubung dengan server kemdikbudristek. Ada 30 anak yang mengikuti ANBK yang dipilih langsung secara acak oleh kementerian.

Penunjukan anak secara acak ini dirasa menjadi dilema dalam pelaksanaan ANBK karena belum bisa sepenuhnya semewakili seluruh peserta didik di satuan pendidikan.

Terlebih lagi jika sekolah tersebut memiliki jumlah peserta didik banyak atau di atas 1000, tentunya sampel acak sebanyak 30 anak yang mengikuti ANBK sangat tidak seimbang.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini