Diikuti Seluruh Siswa Kelas IX UPT SMP Negeri 1 Siak Hulu Siap Laksanakan TKA 2026

Redaksi Redaksi
Diikuti Seluruh Siswa Kelas IX UPT SMP Negeri 1 Siak Hulu Siap Laksanakan TKA 2026
Pelaksanaan TKA di UPT SMP Negeri 1 Siak Hulu.(Foto: Andi)

KAMPAR - UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar, siap untuk melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diselenggarakan pagi ini, Rabu (8/4/2026). Kesiapan mulai dari perangkat multimedia, jaringan hingga teknis pelaksanaan sesuai dengan juknis yang ada.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Siak Hulu, Drs. Jasir, M. Pd menyampaikan, TKA merupakan pengganti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, ada perbedaan antara TKA dengan ANBK.

Jika ANBK tingkat SMP diikuti oleh siswa kelas VIII dengan jumlah 30 orang yang dipilih acak oleh kementerian, maka TKA SMP diikuti oleh siswa kelas IX. Bagi sekolah dengan jumlah siswa kelas IX di bawah 45 orang, TKA wajib diikuti oleh seluruhnya.

Bagi sekolah dengan jumlah siswa kelas IX di atas 45, TKA minimal harus diikuti minimal 45 orang. Namun sebaiknya TKA diikuti oleh seluruh siswa kelas XI yang ada.

"Sekolah kita, seluruh siswa kelas IX sebanyak 317 orang mengikuti TKA. Ini kita lakukan karena ketika mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK, dan sekolah itu mensyaratkan sertifikat TKA saat penerimaan, maka lulusan kita memilikinya," terang Drs. Jasir.

Jumlah di atas 45 itu sesuai panduan pada Permendikdasmen No. 56 Tahun 2026, memang tidak diwajibkan, tetapi menurut kepsek, kecenderungannya lebih baik seluruhnya mengikuti. Dengan begitu kemampuan anak akan tergambar secara utuh, minimal pada dua mata pelajaran yang diuji di TKA. Termasuk pula karakter dan lingkungan sekolah.

Sebagaimana ANBK, pada TKA juga dilaksanakan Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar).

"Harapan kita dengan dilaksanakannya TKA ini, tergambar secara utuh, bagaimana layanan pendidikan khususnya pembelajaran. Juga bagaimana layanan kita terhadap anak, yang mana karakter anak itu meningkat secara positif, termasuk toleransi peserta didik," kata Drs. Jasir.

Melalui TKA ini juga agar dapat tergambar inklusifisme pendidikan, sehingga dapat diupayakan perbaikan dan pembenahan. Sederhananya, TKA ini merupakan pemetaan mutu dan layanan pendidikan secara nasional, yang secara teknis pelaksanaannya di satuan pendidikan.

"Insyaa allah, kita siap untuk melaksanakan TKA 2026 ini. Memang ada keterbatasan perangkat akibat musibah kebakaran beberapa waktu lalu, namun itu bisa kami atasi," ujar kepsek.

Di UPT SMP Negeri 1 Siak Hulu, TKA yang siikuti 317 siswa dilakukan pada dua gelombang atau selama 4 hari. Setiap harinya TKA dilaksanakan dalam 4 sesi.

"Goalsnya adalah rapor pendidikan, baik literasi maupun numerasi," kata Drs. Jasir lagi.

Kepala sekolah kembali menyampaikan, TKA sebenarnya sangat penting untuk diikuti siswa. TKA menjadi ukuran layanan pendidikan, khususnya di satuan pendidikan untuk mengevaluasi seperti apa proses dan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan selama ini. Hasil TKA inilah yang akan menjadi dasar perbaikan.

Dari rapor pendidikan juga akan diketahui bagaimana kinerja guru di satuan pendidikan selama ini dengan membandingkan rapor pendidikan dari tahun ke tahun.

Demikian pula secara nasional, pemerintah juga akan mengetahui sejauh mana peningkatan layanan pendidikan yang dijalankan sesuai amanat undang-undang.

Drs. Jasir sendiri telah memberikan saran kepada pemerintah agar TKA ini disosialisasikan secara masif oleh pemerintah secara nasional kepada orang tua dan peserta didik, agar mereka faham secara utuh, bahwa TKA ini penting, sebagai potret layanan pendidikan. (Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini