Tak Terima Dipanggil Binatang, Puluhan Guru SDN 128 Rumbai Mengadu ke Komisi III

Redaksi Redaksi
Tak Terima Dipanggil Binatang, Puluhan Guru SDN 128 Rumbai Mengadu ke Komisi III
eza
Guru ngadu ke Komisi III
PEKANBARU, riaueditor.com - Merasa tertekan dengan perlakuan Kepala Sekolah, puluhan guru yang mengajar di SD Negeri 128 Pekanbaru Rumbai melapor ke Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Senin (19/10). Mereka melaporkan kepala sekolah yang sehari-hari bersikap arogan dan memanggil para guru dengan sebutan nama-nama binatang.

"Kedatangan Kami ke sini akan dilaporkan ke polisi, saya merinding jadi takut pulang ke rumah. Maka kami berharap Komisi III segera menindaklanjuti laporan kami ini," ungkap salah seorang guru kepada Komisi III.

Puluhan guru ini juga menyebutkan sekolah tempat mereka mengabdi sudah seperti neraka. Katanya, kepala sekolah selalu berlaku arogan dan menunjukkan perkelahian di depan murid. Maka para guru meminta agar DPRD bersama dinas terkait bisa mendinginkan sekolah ini lagi.

"Dia selalu berkata kasar kepada kami. Murid kami sekarang menjadi bodoh, nilai anak-anak merosot karena kekacauan di lingkungan sekolah. Kami siap pindah jika memang kepala sekolah tidak pindah," ujar salah seorang guru.

Bahkan penuturan Mariyati salah seorang Wali Kelas menyebutkan para guru yang mengajar selalu dipanggil dengan panggilan binatang buas. Bahkan Kepsek memanggil guru dengan anjing, buaya, singa, harimau.

"Semua nama binatang yang ada di kebun binatang dipanggilnya kepada guru baik PNS maupun honor. Kami minta pindahkan Kepseknya, kalau tidak kami minta pindah semua. Apa yang dilakukan Kepsek kepada kami sudah tidak benar," tegas Mariyati.

Puluhan guru ini ada yang sudah 35 tahun mengabdi di sekolah ini, intinya meminta agar Komisi III segera memanggil dinas terkait dan mencopot atau memutasi kepala sekolah yang dinilai arogan tersebut. Sebab, sejak pertikaian, para guru, khususnya guru honor dipaksa tanda tangan agar tetap patuh kepada atasan.

"Jika kami tidak patuh kepada dia, maka kami dipecat, padahal kami diangkat sudah 6 tahun mengabdi," jelas Mariyati.

Belasan guru honor ini disambut Ketua Komisi III Ir Nofrizal MM, Wakil Ketua Zulkarnain, anggota Marlis Kasim, dan Zainal Arifin SE.

Nofrizal kepada para guru mengatakan, bahwa kedatangan para guru ini akan ditindaklanjuti. Sebab, aneh juga semua guru bermasalah dengan kepala sekolah termasuk wakil kepala sekolah juga ikut lapor.

"Kita akan segera tindaklanjuti, bapak ibu harus kompak. Nanti ketika ini dinaikan jangan ada yang mengelak. Kita harapkan tidak ada pecat memecat," ujar Nofrizal.

Demikian pula dikatakan Zulkarnain, menurutnya, ketika ada tikus di suatu rumah maka jangan rumah yang dibakar, akan tetapi tikusnya yang dicari dan dimusnahkan.

"Tidak elok kalau ada masalah seperti ini semua guru minta pindah, tentu kita akan bahas ini nanti dan carikan solusi. Kita koordinasi dan lakukan evaluasi bersama dinas terkait," tukasnya.

Komisi III juga tidak akan bisa menerima laporan ini mentah-mentah dan akan mengklarifikasi kepala sekolah yang dimaksud para guru. "Kami tidak mau memojokkan seseorang, kami akan panggil juga mendengarkan penjelasan beliau," jelas Zulkarnain.

Marlis Kasim kepada guru menjelaskan, bahwa memang ini persoalan serius. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pekanbaru dan juga akan berkunjung ke sekolah.

"Sekarang mengajarlah seperti hari biasa. Kami ingin agar persoalan ini bisa damai, tidak ada kucil mengucilkan," tuturnya.

Sementara itu, Zainal Arifin menjelaskan bahwa memang apa yang disampaikan guru memprihatinkan sekali. "Saya imbau bapak/ibu jangan kendor semangat mengajar. Ini jadi PR kami, intinya jangan sampai mengorbankan anak didik," pungkasnya.

Setelah mendengar jawaban dari DPRD, para guru kemudian membubarkan diri. Para guru memang merasa khawatir atas keselamatan mereka karena telah melaporkan kepala sekolah mereka ke DPRD, namun karena permintaan untuk kompak dan komitmen Komisi III akan menjembatani, maka para guru sedikit lega. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini