Tahun Ajaran Baru, Sejumlah Sekolah di Rohul Bantah Lakukan Pungli

Redaksi Redaksi
Tahun Ajaran Baru, Sejumlah Sekolah di Rohul Bantah Lakukan Pungli
ilustrasi
Tahun Ajaran Baru, Sejumlah Sekolah di Rohul Bantah Lakukan Pungli.
UJUNGBATU, riaueditor.com - Sejumlah SMA sederajat di Kabupaten Rokan Hulu membantah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap siswa/wi yang masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2015 ini. Pihak sekolah mengaku menerima biaya sekolah yang sesuai dengan prosedur. Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SMKN 1 Ujungbatu, Leni Marlinda SPd kepada riaueditor, Selasa (5/8).

Menurutnya, dalam tahun ajaran baru 2015 ini pihaknya hanya membebankan biaya sekolah yang sesuai dengan prosedur. "Kita menerima uang masuk bagi siswa baru sebesar Rp 1.625.000 per siswa. Dana tersebut untuk baju seragam sebanyak 6 pasang, uang SPP 1 bulan, uang praktek 3 bulan, biaya osis selama 3 bulan. Sementara untuk siswa non muslim kita kurangi biaya sebesar Rp40 ribu dari jumlah tersebut," kata Leni.

Leni menjelaskan, biaya yang ditanggung pemerintah hanya keperluan alat tulis kantor (ATK) sekolah dan gaji guru. Ia membantah, terkait informasi biaya daftar ulang bagi siswa/wi yang naik kelas.

"Untuk biaya daftar ulang kita tidak ada pungutan, tapi untuk biaya SPP kita bebankan di awal tahun. Hal ini agar guru lebih mudah untuk merencanakan dan membeli alat-alat kebutuhan praktek siswa," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan keringanan biaya sekolah bagi siswa/wi yang kurang mampu. Ia juga menyampaikan, sesuai Juknis tahun 2015 biaya sekolah dibuat sebanyak tiga tingkat.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Ujungbatu, Yulisman SPd mengakui, pihaknya menerima biaya sekolah sudah sesuai ketentuan sekolah. Namun ia menyanggah kalau biaya yang dikenakan bagi siswa naik kelas adalah daftar ulang, tapi biaya SPP sebesar Rp 150 ribu.

"Kalau biaya daftar ulang tidak ada. Yang ada itu biaya SPP selama 6 bulan sejak Juni hingga Desember sebesar Rp 150 ribu, dan tidak benar kalau dipungut Rp200 ribu," jelasnya.

Ditanya mengenai biaya untuk penerimaan siswa baru, Ia menyampaikan, pihaknya memungut Rp 1.550.000. Uang itu untuk biaya baju siswa/wi sebanyak lima pasang, uang SPP 6 bulan, uang tabungan anak di Bank BNI dan uang psikotes siswa. Untuk tabungan anak sebasar Rp 100 ribu, ini baru dilaksanakan mulai tahun 2014 lalu.

"Psikotes bagi siswa/i baru bertujuan untuk menentukan jurusan siswa/i. Kita buat psikotes ini, juga karena para orangtua siswa/i yang baru masuk banyak yang ngotot agar anaknya harus masuk ke jurusan IPA," tambah Yulisman.

Sedangkan Kepsek SMAN 2 Ujungbatu, Drs Hamid MPd ketika dikonfirmasi riaueditor mengatakan, daftar ulang dengan tujuan penentuan jurusan siswa. Sementara mengenai biaya daftar ulang Rp 355 ribu itu dengan tujuan untuk Osis, komite dan pembangunan.

"Untuk kelas 2 dan kelas 3 itu biayanya berbeda. Namun bagi yang tidak mampu, tidak ada punggutan apapun. Sementara untuk biaya penerimaan siswa baru Rp.1.500.000, itu untuk pakaian dan biaya komite serta pembangunan dan osis. Namun dana tersebut juga tidak berlaku bagi siswa yang tidak mampu," katanya.

Salah seorang walimurid SMAN 1 Ujungbatu, H Simbolon kepada riaueditor, Rabu (5/8) mengatakan, kalau anaknya dimintai uang Rp 200 ribu untuk biaya daftar ulang.

"Saya heran kok ada uang daftar ulang dan itu juga disampaikan oleh orangtua murid lainya. Dan setahu saya, kalaupun dana tersebut untuk SPP, apakah memang uang SPP tersebut masih ada," keluhnya.
   
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, HM Zen ketika dikonfirmasi, Rabu (5/8) melalui telpon selulernya mengenai biaya SPP yang masih simpang siur, tidak memberikan jawaban. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.(yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini