Sekelumit Cerita Dalam Memimpin SMPN 44 Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Sekelumit Cerita Dalam Memimpin SMPN 44 Pekanbaru
fin/riaueditor.com
Kegiatan pesantren kilat siswa beragama Islam di SMPN 44 Pekanbaru

PEKANBARU, riaueditorcom - Meski tergolong sekolah baru yang jauh dari keramaian, namun proses belajar mengajar di SMPN 44 berjalan lancar. Setelah dua tahun berdiri, sekolah yang beralamat di Jalan Damai Ujung Kelurahan Palas Rumbai ini, kedepan akan lebih mengembangkan bidang olahraga dan seni sebagai andalan.

"Awalnya saya gamang ketika pertama kali memimpin sekolah ini karena saya baru. Namun berkat pengalaman sebagai wakil Kepala SMPN 27 dan dibantu oleh rekan-rekan guru seperti ibu Yanti, sehingga program sekolah ini bisa berjalan dengan lancar", tutur Kepala SMPN 44 Pekanbaru, Haniyah SPd saat ditemui, Rabu (08/05/19).

Ia menceritakan memimpin sekolah baru, bukanlah persoalan yang gampang. Selain berhadapan dengan medan yang baru, minimnya fasilitas yang dimiliki sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Haniyah mengakui, berjalannya program SMPN 44 Pekanbaru tidak terlepas dari peran kawan-kawan guru seperti Yanti.

"Meski bu Yanti guru baru yang belum berpengalaman, alhamdulillah karena dia mau belajar merangkap bendahara dana BOS, mau bekerjasama dengan saya dan punya tekad untuk mau memajukan sekolah ini, sehingga sekolah ini bisa berjalan lancar dan bisa kami lalui setahun. Tahun ini kami akan mengantarkan anak ke kelas 9. 

Menyikapi kondisi wilayah sekolah yang lebih dominan non muslim, Haniyah menerapkan infaq. Dimana siswa beragama Kristen melakukan kegiatan peningkatan iman. Sedangkan bagi siswa yang muslim menerapkan kegiatan pesantren kilat.

Haniyah berharap, kegiatan yang berlangsung di bulan Ramadhan 7 hingga 11 Mei ini dapat merubah karakter, sikap siwa menjadi lebih baik, punya toleransi antara satu dengan yang lain.

"Kepada siswa ditekankan saling menghormati dan saling menghargai. Alhamduliliah sampai sekarang tidak ada kendala meski murid saya mayoritas beragama Kristen", ujarnya.

Hal serupa juga ia terapkan kepada para guru. Haniyah mengatakan di SMPN 44 ditekankan kebersamaan, kekompakan. Meski berbeda dalam Aqidah tapi tetap komitmen dengan kebersamaan, bersatu supaya sekolah ini maju kedepan.

Haniyah juga memiliki obsesi memajukan SMPN 44. Salah satunya dengan mengembangkan bidang olahraga dan seni sesuai pitensi yang ada.

"Saya akan cari guru untuk membimbing anak-anak ini sehingga bisa bersaing dengan anak SMP lainnya yang ada di kota.

Ditanya kendala apa yang dihadapi kala pertama bertugas di SMPN 44, dijawab Haniyah adalah fasilitas sekolah yang sangat minim sekali. Selain jalan yang masih tanah ketika itu, fasilitas sarana dan prasarana sekolah juga sangat minim. 

"Alhasil, enam bulan pertama kala sekolah ini kami tempati, kami terpaksa jalan kaki sejauh 350 meter untuk sampai ke sekolah", ucap Kepala SMPN 44 Pekanbaru, Haniyah SPd saat ditemui, Rabu (08/05/19).

Menariknya, meski akses menuju sekolah ketika itu tergolong sulit terlebih dikala hujan, dan diperparah dengan minimnya fasilitas  sekolah, justru memicu semangat Haniyah memajukan SMPN 44, agar sejajar dengan SMP lainnya yang lebih dulu berdiri.

Dan benar saja, berkat kerja keras Haniyah dan dukungan segenap warga sekolah SMPN 44, sekolah yang berada di Jalan Damai Ujung Palas ini, kini sudah dipagar beton meski belum seluruhnya tuntas.

Bahkan di tahun 2019 ini Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru kembali akan membangun 6 Ruang Kelas Baru (RKB) sebagaimana dibenarkan Kabid Sarpras Disdik Pekanbaru Ngadimin ST.MT saat dikonfirmasi bulan April lalu. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini