SMKN 1 Pangkalan Kerinci Wakili Riau ke Workshop P4TK Bandung

Redaksi Redaksi
PELALAWAN, riaueditor.com- Guna menindaklanjuti kunjungan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK) Bandung, dalam rangka meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sesuai standar nasional pendidikan beberapa waktu lalu, SMKN 1 Pangkalan Kerinci akan mengikuti workshop dengan tema Pengembangan Pengajaran Tehnologi Biomassa pada 3-5 Maret di Cimahi, Bandung.

Dalam workshop ini, SMKN 1 Pangkalan Kerinci merupakan satu-satunya sekolah SMK di antara empat sekolah se Indonesia yang mengikuti pelatihan Biomassa yang digelar oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bidang Mesin dan
Teknik Industri (PPPPTK BMTI) yang berpusat di Bandung itu. Dari Riau sendiri, selain SMKN 1 Pangkalan Kerinci juga SMKN 2 Tembilahan.

"Semuanya dari seluruh Indonesia itu hanya ada empat sekolah saja yang dipanggil, dan semuanya sekolah SMK. Selain kita, juga SMKN 2 Tembilahan yang dari Riau, Sementara dua sekolah lagi dari Kalimantan Tengah yakni SMKN 1 Palangkaraya dan SMKN 1 Bun," terang Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Nrrasia, Spd.M.Pd, pada media ini, Minggu (2/3).

Nurasia menjelaskan bahwa dalam pelatihan Biomassa berbentuk workshop dengan tema Pengembangan Pengajaran Tehnologi Biomassa ini adalah sebagai langkah upaya dalam menyiapkan teknisi terlatih dalam bidang EBT guna mendukung perencanaan dan pengembangan energi di daerah.

"Jadi nanti usai workshop ini akan ditindaklanjuti dengan para gurunya yang terkait pengajaran ini untuk mengikuti pelatihan yang sama di Bandung," ujarnya.

Intinya, sambungnya, dalam workshop ini pihaknya juga akan menandatangani MoU soal pemberian bantuan mesin diesel dari lembaga tersebut. Mesin diesel ini nantinya dipergunakan untuk pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar solar. Jadi nantinya ke depannya, kemungkinan besar SMKN 1 Pangkalankerinci akan membuka jurusan baru terkait hal ini.

"Salah satu dasar alasan kenapa sekolah kita yang dipilih juga karena kita memiliki jurusan yang lengkap untuk sebuah sekolah SMKN yakni sebanyak 18 jurusan," katanya.

Nantinya, lanjutnya, pasca workshop ini maka para Ketua Jurusan untuk jurusan Kimia, Pertanian dan Mesin juga akan mengikuti pelatihan yang digelar oleh PPPTK BMTI selama 20 hari ke depan. Pelatihan ini nanti bertujuan agar para guru yang berkaitan dengan pengajaran Biomassa ini dapat lebih memahami materi ini.

"Workshop ini juga bekerjasama dengan TEDC BELANDA. Dan kita mendapat peralatan Biodiesel karena SMKN 1 Pangkalankerinci berada di Kabupaten Pelalawan yang merupakan wilayah kebun sawit dan bisa menghasilkan solar. Sehingga guru SMKN1 Pangkalankerinci nantinya akan dilatih oleh pihak P4TK Cimahi untuk pengembangan teknologi biomassa ini," bebernya.

Sebelumnya, saat berkunjung ke sekolah tersebut, Kabid Program dan Informasi P4TK Bandung DR Ahmad Dahlan MSc mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu program pengembangan pembelajaran teknik energi terbarukan pada SMK yang telah dirintis sejak tahun 2006 hingga sekarang.

"Dan saat ini di Indonesia ada 2 provinsi yang akan dipilih yaitu Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Riau. Dan untuk provinsi Riau, SMKN 1 Pangkalan Kerinci merupakan salah satu sekolah yang berkesempatan menjadi salah satu sekolah percontohan tersebut karena didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai," tutupnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini