Buntut Kericuhan di Kongres BEM STIE Bangkinang

Pimpinan STIE Bangkinang Didesak Turun Tangan

Redaksi Redaksi
Pimpinan STIE Bangkinang Didesak Turun Tangan
sy/riaueditor.com
Ratusan Mahasiswa STIE Bangkinang saat melakukan orasi di kampus STIE, Jumat (5/9).
BANGKINANG, riaueditor.com- Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang mendesak pimpinan Kampus STIE Bangkinang turun tangan mengambil alih penyelesaian kasus kericuhan dan bentrok yang terjadi antara mahasiswa pada Kongres Pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Bangkinang, Jumat (29/8) lalu. Tuntutan ini disampaikan dalam aksi orasi dan penggalangan tandatangan di depan Kampus STIE Bangkinang, Jumat (5/9).

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Koordinator Lapangan yang juga Ketua Tingkat Semester IX Jurusan Akuntansi Ryan Septrianto menyampaikan bahwa, kasus pengeroyokan yang sebenarnya hanya bentrok antar mahasiswa ini masih ditangani oleh Polres Kampar karena adanya laporan kasus pengeroyokan dari kubu mahasiswa lainnya.

"Sampai hari ini Kapolres Kampar masih menunggu kedatangan pihak Kampus STIE Bangkinang untuk menangani kasus ini secara kekeluargaan dan damai," ujar Ryan.

Diungkapkan dia, pasca kericuhan antar mahasiswa pada pemilihan Presiden BEM itu tiga rekan mereka Edi Wijaya, M Tyson dan Ilham dilaporkan kubu mahasiswa lainnya ke Polres Kampar atas kasus pengeroyokan.

Lebih lanjut Ryan menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada satupun pihak STIE Bangkinang yang mau mengambil alih kasus ini agar diselesaikan di internal Kampus STIE. "Sebenarnya apa yang ditunggu oleh pihak STIE Bangkinang, sementara kasus ini sudah meluap kemana-mana dan mencoreng dunia pendidikan STIE Bangkinang. Mahasiswa juga mengancam mogok belajar jika sampai Sabtu (7/9) besok pihak kampus juga belum turun tangan menyelesaikan persoalan.

Sementara dalam wawancara wartawan termasuk riaueditor.com di Kantor PWI Kampar, Jumat (5/9) Koordinator Lapangan  Ryan didampingi perwakilan mahasiswa Sutrisno mengungkapkan, dalam aksi di depan Kampus STIE Bangkinang seluruh ketua tingkat ikut mendukung desakan kepada pimpinan kampus dengan menandatangani pernyataan sikap.

"Ini adalah aksi pertama kali yang dilakukan mahasiswa STIE Bangkinang. Kami  mendesak pimpinan STIE Bangkinang untuk menyelesaikan permasalahan di ranah kampus. Pihak kampus mestinya menjembatani persoalan diantara kedua kubu," ulasnya.

"Kalau pihak kampus tidak mau maka kami sebagai ketua kelas akan melakukan aksi mogok belajar dan mengulang aksi sampai pihak kampus turun tangan menyelesaikan permasalahan di STIE," imbuhnya.

Sementara, Pembantu Ketua III STIE Bangkinang Azhari ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa persoalan itu sebenarnya merupakan persoapan pribadi dari mahasiswa STIE. Hingga kemarin Azhari mengakui belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak polisi.

"Saya hanya dengar cerita-cerita dari mahasiswa saja. Persoalan itu katanya sudah masuk proses hukum, kalau kami ambil alih tak mungkin," aku Azhari.

Dikatakan, pihaknya tetap berupaya mencari jalan damai, namun menurutnya untuk saat ini sulit dilakukan karena pihak korban belum mau berdamai. Diakuinya dirinya belum bisa memutuskan persoalan itu sendiri karena pihaknya masih menunggu pimpinan STIE Bangkinang pulang dari luar daerah dan akan dilakukan rapat pimpinan.

Mengenai kelanjutan pemilihan Presiden BEM dan pembentukan pengurus BEM STIE juga masih ditangguhkan karena masih menunggu rapat pimpinan, ujar Azhari mengakhiri. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini