PGRI Tuntut Pertanggungjawaban Disdik Kasus Pembacokan Kepsek SMKN 1 Ukui

M Syafi`i: Tes Kejiwaan Guru Salah Besar
Redaksi Redaksi
PGRI Tuntut Pertanggungjawaban Disdik Kasus Pembacokan Kepsek SMKN 1 Ukui
Ketua PGRI Pelalawan, M Syafi`i
PELALAWAN, riaueditor.com - Dinas Pendidikan Pelalawan dituntut bertanggungjawab atas peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh oknum guru pada Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui beberapa waktu lalu. Pasalnya, sebelum peristiwa pembacokan ini terjadi, Kepsek SMKN 1 Ukui sudah mengadukan bahwa dirinya memiliki persoalan dengan pelaku pada Dinas Pendidikan.

"Tapi sayangnya, Disdik Pelalawan abai dengan laporan korban yang notabene adalah Kepsek SMKN 1 Ukui. Kalau saja Disdik tanggap dengan laporan korban, besar kemungkinan peristiwa ini takkan terjadi," terang Ketua PGRI Pelalawan, M Syafi`i, pada media ini via selulernya, Ahad (29/11/2015).

Syafi`i mengatakan atas kelalaian ini, maka sudah semestinya Dinas Pendidikan ikut bertanggungjawab. Karena selaku instansi yang menaungi para guru, harusnya Dinas Pendidikan jangan hanya memakai tenaga pendidik saja namun mengabaikan pengawasan para guru itu sendiri.

"Disdik kan memiliki tenaga UPTD dan pengawas yang bertugas mengawasi sekolah-sekolah di wilayahnya, fungsi itu harusnya dimaksimalkan secara optimal," tegasnya.

Begitu juga soal akan dilakukan tes kejiwaan pada para guru di tahun 2016 mendatang oleh Disdik Pelalawan, sambungnya, dirinya selaku Ketua PGRI serta merta menolak secara tegas tes kejiwaan tersebut. Kesannya tes kejiwaan tersebut seolah-olah guru memiliki sakit kejiwaan sehingga harus melalui tes tersebut.

"Kalau adanya usul tes kejiwaan itu mengacu pada peristiwa pembacokan ini, menurut saya ini salah besar. Artinya, jangan melihat persoalan ini secara global tapi lihat kasus per kasus. Persoalan pembacokan ini takkan terjadi jika Dinas Pendidikan tanggap dengan laporan dari korban yang sebelumnya sudah menceritakan bahwa dia memang punya persoalan dengan pelaku," ungkapnya.

Tes kejiwaan yang akan digelar oleh Disdik bagi para guru di tahun 2016 mendatang itu, lanjutnya, bukan solusi yang tepat. Karena dari informasi yang diperolehnya, di sekolah-sekolah lainnya masih banyak persoalan-persoalan seperti ini.

"Artinya, jangan sampai ada Kepsek Nova Damayanti - Nova Damayanti lainnya yang akan menjadi korban. Solusinya, Disdik jangan abai atau menyepelekan laporan Kepsek, guru atau jabatan terendah di suatu sekolah, jika ada persoalan yang terjadi di sekolah tersebut," tegasnya.

Ditambahkannya, atas kejadian ini pihaknya selaku organisasi profesi yang menaungi para guru mengharapkan agar Dinas Pendidikan bertanggungjawab juga akan stabilitas pasca kejadian. Artinya, trauma guru dan siswa karena peristiwa yang terjadi didepan mata mereka mesti dipandang serius oleh Disdik. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini