Miris, Anak-anak Usia Sekolah di Nerlang Tak Kenal Presiden, Gubernur dan Bupatinya

Belajar Hanya Seminggu Sekali, GMB Turunkan Relawan
Redaksi Redaksi
Miris, Anak-anak Usia Sekolah di Nerlang Tak Kenal Presiden, Gubernur dan Bupatinya
anje/riaueditor.com
Beginilah kondisi anak-anak usia sekolah di Nerlang yang hanya memperoleh pendidikan sekali seminggu.
SUNGAITOHOR, riaueditor.com- Keadaan anak-anak di Komunitas Adat Terpencil di Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, saat ini cukup memprihatinkan. Puluhan tahun negara ini merdeka, ternyata anak-anak di sini tak mengenal siapa presiden dan gubernurnya.

Temuan relawan yang tergabung dalam Gerakan Meranti Berkibar (GMB), keadaan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa di sana bagaikan tak tersentuh pembangunan, terutama di bidang pendidikan. Dari sekitar 50 orang anak usia sekolah di sana, separuhnya hanya mengikuti pendidikan yang digelar seminggu sekali.

"Itu pun dengan kondisi ruang serta fasilitas belajar yang sangat minim dan memprihatinkan sekali," terang Rahmi, Sekretaris GMB kepada riaueditor.com, Selasa (8/4).

Rahmi menuturkan, anak-anak usia sekolah di Nerlang ini punya kemauan yang kuat untuk belajar. Namun sayangnya mereka cuma memperoleh pendidikan seminggu sekali yang digelar secara sukarela oleh salah seorang guru dari Sungai Tohor bersama beberapa muridnya.

Relawan GMB ini menjelaskan lagi, ruang sekolah yang dibangun swadaya oleh masyarakat tersebut hanya terdiri dari dua ruang kelas, di mana sekat dindingnya hanya separuh. Jika sedang melakukan kegiatan belajar mengajar, suara dari kelas sebelah terdengar dengan jelas.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi adik-adik di sana. Waktu kita tanya, ternyata mereka tidak mengenal siapa presiden Indonesia, siapa gubernur dan bupatinya. Ini sangat miris sekali, Indonesia sudah merdeka puluhan tahun, namun mereka tidak kenal Negara ini seperi apa," imbuh Rahmi.

Beberapa relawan GMB sendiri saat ini sudah menyatakan kesediaannya untuk menjadi pengajar di Nerlang. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah transportasi. Tidak ada kapal penumpang yang menuju lokasi, untuk itu harus menyewa kapal.

Namun itu, diakui Rahmi ada seorang Kabid di Dinas Pendidikan Meranti yang menawarkan kapalnya untuk dipakai. Belum diketahui persis kondisi kapal yang ditawarkan itu seperti apa. "Tapi saya yakin, setiap tekad dan niat tulus ikhlas akan diberikan kemudahan jalan," pungkasnya. (je)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini