Kontraktor Pelaksana SDN 018 Sekip Hulu Rengat Diisukan Kabur

Redaksi Redaksi
Kontraktor Pelaksana SDN 018 Sekip Hulu Rengat Diisukan Kabur
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Rekanan Kontraktor Pelaksana Proyek Revitalisasi SDN 018 Sekip Hulu (Inhu) PT. Murda Jaya Abadi diisukan kabur dan tidak melanjutkan pekerjaannya sementara waktu.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2014 ini SDN 018 Sekip Hulu mendapatkan proyek pembangunan gedung baru yang dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Inhu, yang menelan dana sebesar Rp. 9 Milyar lebih.

Dimana akhirnya Proyek Revitalisasi SDN 018 Sekip Hulu ini akhirnya dimenangkan oleh PT. Murda Jaya Abadi dengan nilai penawaran Rp. 9.033 Milyar, namun dalam perjalanannya perusahaan tersebut diberitakan kabur.

Dari hasil investigasi di lapangan tidak ada aktifitas pekerjaan dilokasi proyek, menurut warga sekitar sudah hampir satu bulan tidak ada lagi pekerjaan dilokasi sekolah yang terletak didepan Asrama Kodim Jalan R. Suprapto Rengat, yang terlihat dilokasi hanyalah tumpukan besi.

Sementara Sarkawi selaku PPTK Proyek Revitalisasi Proyek Gedung Sekolah SDN 018 Sekip Hulu ketika dihubungi Rabu (24/9) membenarkan bahwa Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT. Murda Jaya Abadi dengan Direktur Sabar.

"Kontraktornya ada kok tidak kemana-mana," katanya melalui seluler dan mengaku saat itu sedang berada dilokasi kerja di Air Molek kecamatan Pasir Penyu.

Ketika ditanya terkait tidak adanya aktifitas kerja dilokasi proyek SDN 018 Sekip Hulu Sarkawi meminta agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada pihak kontraktor, "tanyakan saja langsung kepada kontraktornya," katanya.

Sementara itu, Sabar, selaku Direktur PT. Murda Jaya Abadi belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut, dan tidak diketahui keberadaannya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini