Ikut UAS, Nenek 81 Tahun Kejar Ijazah SD

Redaksi Redaksi
Ikut UAS, Nenek 81 Tahun Kejar Ijazah SD
Foto: Soultan S/Okezone
Nenek 81 tahun mengejar ijazah sekolah dasar (SD) melalui ujian penyetaraan.
BANYUMAS - Usia renta tak menghalangi 12 nenek di Banyumas, Jawa Tengah untuk mengikuti ujian kesetaraan tingkat sekolah dasar (SD). Bahkan, beberapa di antaranya sudah menginjak usia 81 tahun namun mampu dengan tekun mengerjakan soal ujian akhir sekolah (UAS) ini. Tak hanya itu, para nenek ini juga ditunggui cucu-cucu mereka saat mengerjakan soal ujian.

UAS SD yang diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kalibagor, Kabupaten Banyumas ini diikuti oleh 17 siswa. Namun uniknya, di sini ada 12 nenek berusia antara 60 tahun hingga 81 tahun yang juga mengikuti ujian. Bahkan mereka terlihat lebih tekun dalam mengerjakan soal ujian dibanding dengan yang masih muda.

Karsini dan Kasiwen misalnya, meski sudah berusia 81 tahun, justru terlihat paling serius dan teliti dalam mengerjakan soal ujian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kedua nenek ini juga ditunggui cucu-cucu mereka yang sesekali mengajak ngobrol neneknya yang sedang mengikuti ujian tersebut.

Menurut Karsini, dia mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan mengerjakan soal-soal try out dan bertanya kepada anak cucunya. Wanita tujuh cucu ini mengaku mengikuti ujian agar bisa belajar lagi seperti saat dia masih muda.

"Saya malah nggak paham mata pelajaran apa, bagi saya semua sulit karena sudah lama tidak tahu pelajaran. Saya sendiri hanya persiapan mengerjakan soal latihan dibantu cucu," ujar Karsini.

Menurut Ketua Penyelenggara Ujian di SKB Kalibagor, Sugirahayu, mengatakan, meski tergolong usia renta, semangat nenek ini patut ditiru. Pasalnya, ujian kesetaraan tingkat sekolah dasar ini justru bisa memacu anak cucu mereka untuk meniru semangat belajarnya. Di wilayah Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas sendiri masih banyak terdapat warga yang belum lulus sekolah dasar.

"Di sini ada 17 orang yang mengikuti ujian di antaranya yang tertua berumur 81 tahun. Setidaknya ini bisa memotivasi warga sekitar agar tidak malas belajar," ujar Sugirahayu.

Semangat para nenek ini memang patut ditiru. Mereka juga mengikuti semua proses ujian dari hari pertama hingga hari terakhir. Meski mengalami hambatan penglihatan, semangat para nenek bisa menjadi teladan bagi anak-anak muda agar bisa terus belajar hingga usia lanjut.



(rfa/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini