Hj Maimanah Umar Kunjungi SMK 1 Tapung

Redaksi Redaksi
Hj Maimanah Umar Kunjungi SMK 1 Tapung
Hasbi/riaueditor.com
DR.Hj. Maimanah Umar mengunjungi SMK 1 Tapung
KAMPAR, riaueditor.com - Pemandangan menarik terlihat di SMK 1 Tapung Desa Petapahan, dimana Siswa jurusan Akutansi ternyata mempunyai kegiatan Extarakulikuler (Exkul) bertani.

Hal ini membuat Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Riau, DR.Hj. Maimanah Umar mengunjungi SMK 1 Tapung yang jaraknya 2 Jam dari Kota Pekanbaru.

"Saya sangat kagum melihat siswanya, meski jurusan mereka Akutansi tetapi mereka mau untuk bertani, jadi ini hal yang fenomenal bagi sekolah yang ada di Riau," ujar Maimanah Umar Sabtu (04/1/2013) kemarin, saat melakukan kunjungan.

Maimanah menyebutkan, hal seperti ini pernah dilihatnya saat berkunjung ke Negara Thailand. Dan ternyata di SMK 1 Tapung Kabupaten Kampar sudah ada juga. "yang seperti ini perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan," tuturnya.

Maimanah juga mengungkapkan dirinya berusaha untuk jemput bola mengembangkan Pertanian di Provinsi Riau. Sebab Riau, sangat layak sekali menjadi Agrobisnis. "Sehingga bisa menjadi penyuplai pertanian. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, jika siswanya mau bertani semuanya pasti bisa," ungkapnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia  Maryenik Yanda, yang turut datang menyampaikan, untuk saat ini saatnya siswa mempunyai keahlian meskipun dari segi bertani saja. "Saya saja tamatan Sarjana Hukum, tapi saya sangat menggeluti usaha Kuliner. Ngak nyambungkan dari sekolah yang saya tekuni," tuturnya.

Jadi meskipun siswa SMK 1 Tapung, berjurusan Akutansi. Namun keahlian bertaninya sudah sangat bagus sekali. "Saya jadi kagum melihat Cabe dan Jabon bisa dirawat baik oleh para siswa ini," ungkapnya.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Desa Petapahan Joko Surahmah, mengungkapkan siswa SMK 1 Tapung yang ikut bertani ini kebanyakan adalah anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. "Untuk itu mereka dilatih untuk bertani oleh Kelompok Tani Bangkit Basamo dan Berkah Basamo. Sehingga hasil tani mereka ini bisa jadi manfaat nantinya," terangnya.

Hal senada ditambahkan Ketua Kelompok Tani Berkah Basamo Nurkholis, mengenai siswa SMK 1 Tapung, yang bertani ini, sebulan yang lalu sudah memanen 15 Kilo Cabe. "Dan hasilnya sudah bisa mereka nikmati sendiri. Namun saat ini yang diharapkan ada penampungan resmi agar harga cabe itu jelas. Sebab saat ini penjualan cabe hanya kepada tengkulak," ungkapnya. (bi)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini