Bupati Minta Buku Buku Perpustakaan Di Sortir

Redaksi Redaksi
Bupati Minta Buku Buku Perpustakaan Di Sortir
BANGKINANG, riaueditor.com- Bupati Kampar, Jefry Noer minta kepala Perpustakaan H Nurhadi M.Pd mensortir buku-buku yang ada dengan memperioritaskan bacaan Alqur'an dan Hadist juga tafsir sebagai sumber bacaan utama di Perpustakaan Kabupaten Kampar sebagai Negeri Kampar Negeri Serambi Mekkah Riau Mekkahnya Propinsi Riau.

"Tolong disortir buku-buku yang masuk di perpustakaan Kampar ini, perioritaskan al-qur'an, hadis dan tafsir juga bacaan tentang hikayat, kisah-kisah tokoh-tokoh islam yang hebat," pinta Jefry Noer kepada kepala Perpustakaan dan arsip Kabupaten Kampar itu, saat membuka kegiatan "Kampar Membaca". "Kalaupun tidak bisa banyak, paling tidak separoh dari sumber bacaan yang ada, jadilah," tambahnya.

Di halaman kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar tempat acara itu ada Drs H Chairul Riski, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, Wakil ketua DPRD Kabupaten Kampar Hj. Eva Yuliana, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Propinsi Riau, serta pimpinan Satker Kabupaten Kampar Rabu (12/3).

Jefry kemudian membikin ilustrasi tentang kehebatan Amerika, "Semua orang hebat dan yang super ada di sana, namun apa jadinya ekonominya jatuh juga, bagaimana negara-negara hebat bisa hancur kena bom juga,

Ia menyadarkan, "Cara berfikir itu harus dirubah, kehebatan manusia itu hanya satu persen saja, yang 99 persen itu milik Allah, jangan mengkerdilkan kekuasaan Allah," ujarnya.

Selama ini, lanjut Bupati, kita semua hanyalah mengandalkan kecerdasan IQ saja, tidak mengasah kecerdasan qalbu, ini sangat berbahaya, cuma mencari pembenaran, bukan kebenaran, pintar IQ harus lebih cerdas qalbu," kata Jefry.

Yang penting lagi menurut saya, kata Bupati "Bacalah dengan hati, bukan dengan mata yang tersurat, hati itu lebih tajam, kalau tidak bisa baca dengan hati lalu bagaimana dengan orang buta, mereka jadi tidak bisa baca alquran dong ???," ucapnya.

Mereka lebih paham, lebih pintar daripada kita yang membaca dengan mata saja, karena  mereka baca dengan hati, hati lebih tajam dari mata lanjutnya.
 
"Kalau semua kita membaca dengan hati, saya yakin zero kemiskinan tidak sampai akhir 2014 dapat diwujudkan," jelas Jefry.

Chairul Risky, Kepala Perpustakaan Propinsi Riau menyampaikan GPMB pusat dan propinsi sudah dikukuhkan tahun lalu, dan untuk di Kabupaten baru dua, Kabupaten yakni Kabupaten Kampar dan Siak.

Ia meminta dukungan Bupati Kampar bersama stakeholder yang ada menyumbang buku untuk koleksi perpustakaan untuk dibagi-bagikan dan sebagai sumber bacaan
masyarakat.

"Kedepan bisa ditingkatkan dengan menyediakan kotak-kotak buku, di pasar, terminal, kantor untuk dihibahkan dari satker yang dikumpulkan dibagi-bagikan kepada masyarakat," ujarnya.

Propinsi Riau sudah memberikan bantuan buku untuk 50 desa ditambah lagi 12 desa yang ada di Kabupaten Kampar. (Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini