3 bulan Berlalu, Kemnristek Dikti Belum Juga Keluarkan Izin Untuk ST2P

Redaksi Redaksi
3 bulan Berlalu, Kemnristek Dikti Belum Juga Keluarkan Izin Untuk ST2P
M Syahrul Syarif MSi, Kepala Bappeda Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Meski pun Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah mengeluarkan hasil evaluasi pendirian Sekolah Tinggi Tekhnologi Pelalawan (ST2P) dan merekomendasikan hasil evaluasi proposal pendirian ST2P dengan bentuk Perguruan Tinggi adalah Sekolah tinggi. Namun, Izin penyelenggaraan program study yang awalnya akan diterbitkan paling lambat 10 November 2015 lalu hingga kini belum juga keluar.

Hal ini dibenarkan M Syahrul Syarif MSi, Kepala Bappeda Pelalawan kepada riaueditor, Jumat (12/2/2016). Menurutnya ST2P telah memenuhi berbagai macam persyaratan termasuk tahapan visitasi yang dicek kesiapan kampus, dosen pengajar, prodi yang dibuka, fasilitas penunjang dan sebagainya.

"Mengenai syarat jaminan rekening Kampus sebesar Rp 10 Miliar yang ditentukan Kemenristek Dikti tidak jadi masalah, karena anggaran ini akan dimasukkan ke dalam APBDP tahun 2015," ucapnya.

Jadi, sambung Syahrul, tidak ada alasan yang jelas hingga kini Kemenristek Dikti belum juga mengeluarkan Izin penyelenggaraan program study ST2P.

"Selama ini kita berkoordinasi, memang belum ada pengumuman dari Kemenristek Dikti yang beralasan masih dalam proses dan kita memang menunggu. Saat ini juga Ketua Yayasan Amanah Pelalawan Pimpinan Prof DR Tengku Dahril juga terus melakukan koordinasi dengan Kemenristek Dikti agar izin dapat keluar secepatnya.

Dikatakan Syahrul, soal proses penerimaan siswa baru pada Tahun Ajaran baru akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus. Jadi kita akan melakukan koordinasi dan rapat bersama terkait masa penerimaan mahasiswa baru dan dimulainya proses belajar mengajar.

"Yang jelas jika izin sudah kita pegang secepatnya kita akan duduk bersama dengan pimpinan, akademik, yayasan dan lain sebagainya," ujarnya.

Dilanjutkan Syahrul, ST2P mempunyai 2 program study (prody) yakni tekhnik Industri dan Tekhnik Pertanian. "Dosen tetap yang sudah disiapkan sebanyak 12 orang, yang disekolahkan S3 sebanyak 5 orang dan yang disekolahkan S2 sebanyak 2 orang.

"Pembangunan kampus di kawasan Tekhopolitan saat ini sedang berlangsung yang ditargetkan selesai bulan Juli 2016 mendatang. Kampus ST2P inikan penunjang tekhnopolitan. Selain proses belajar mengajar juga akan digunakan untuk kegiatan menunjang Tekhnopolitan," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini