Wabup Kepulauan Meranti Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning 2021

Redaksi Redaksi
Wabup Kepulauan Meranti Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning 2021
istimewa

KEP.MERANTI, riaueditor.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning Tahun 2021 di halaman Kantor Polres Kepulauan Meranti, Senin 15 November 2021.

Hadir Kapolres Meranti AKBP Andi Yul Lapawesean, Danramil 02 Tebing Tinggi Lakatanag, Danposal Tebing Tinggi, Kajari Meranti, Kepala Dinas Perhubungan Meranti, Kasatpol PP, Kepala Imigrasi Kabupaten Meranti, Kepala Syahbandar, Kesbangpol Meranti, Kepala Jasa Raharja Meranti, Kepala Pelindo dan seluruh Anggota Polres Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam sambutannya Wabup H Asmar mengatakan, operasi ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas, Polri kembali akan melaksanakan kegiatan operasi kewilayahan di mana pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2021 akan dilaksanakan mulai tanggal 15 s/d 28 November 2021.

"Operasi ini serentak di seluruh Polda dengan mengedepan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna memutus penyebaran Covid-19," ujar Wabup.

Gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Polda Riau dalam pelaksanaan kegiatan Ops Zebra Lancang Kuning 2021 dengan tujuan agar berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Perlu diketahui bersama bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi zebra lancang kuning tahun 2020 adalah sebanyak 20 kejadian, mengalami peningkatan sebanyak 2 kejadian apabila dibandingkan dengan periode yang sebelumnya tahun 2019 sebanyak 22 kejadian.

"Jumlah korban meninggal dunia pada pelaksanaan operasi zebra lancang kuning tahun 2020 adalah sebanyak 9 orang, mengalami penurunan sebanyak 1 orang dibandingkan periode yang sebelumya dl tahun 2019 sebanyak 10 orang," papar Wabup.

Untuk jumlah tilang pada operasi zebra lancang kuning tahun 2020 sebanyak 760 sedangkan tahun 2019 sebanyak 18.725 mengalami penurunan sebanyak 17.965 tindakan, untuk tindakan teguran pada tahun 2020 sebanyak 1.465 kali, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 5.763 kali mengalami penurunan sebanyak 4.298 kali.

"Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut kita tidak bisa berdiam diri, melainkan dituntut untuk bertindak dan melakukan berbagai upaya dalam menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut perlu dilakukan berbagai upaya," ujar Wabup.

Untuk menciptakan situasi Kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stake holder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas, dimana saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid-19 sehingga sangat diperlukan peran serta stake holders dalam menciptakan Kamseltibcarlantas dimasa pandemi covid-19.

Hal tersebut sejalan dengan tema operasi zebra lancang kuning 2021 yaitu melalui operasi zebra 2021 kita wujudkan kamseltibcarlantas yang mantap serta pencegahan penyebaran covid-19 dengan meningkatkan disiplin masyarakat dalam menggunakan protokol kesehatan.

Oleh sebab itu diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah daerah dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Pada pelaksanaan operasi Zebra Lancang Kuning 2021 kali ini, yang menjadi target operasi, Yaitu;

1. memutus mata rantai penyebaran corona virus disease (covid-19) serta mencegah terjadinya kerumunan massa

2. terciptanya kamseltibcarlantas pada jalur tol, arteri dan tempat wisata memperlancar arus lalu lintas dan menurunkan jumlah fatalitas korban laka lantas.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sasaran operasi zebra lancang kuning 2021 ini yaitu;

1. segala bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi menjadi cluster penyebaran covid-19

2. masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan

3. masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalu lintas dan

4. lokasi yang rawan macet pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta rawan kerumunan.

"Dengan sasaran penindakan pelanggaran di atas, maka diharapkan operasi zebra tahun ini dapat menurunkan laju penyebaran covid-19 dan menekan jumlah korban fatalitas serta meminimalisir kemacetan lalu lintas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas," ucap Wabup.(**)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini